Aksi Damai IDI Riau, Tolak Prodi DLP
PEKANBARU, seputarriau.co - Pagi ini Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Riau gelar aksi damai di halaman Perpustakaan Wilayah Soeman H.S Provinsi Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (24/10). Aksi Damai menolak kebijakan Menteri Kesehatan yang menerapkan sistem Dokter Layanan Primer (DLP). Aksi mereka itu bertepatan dengan ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia Ke-66.
Dokter Hamzah dalam orasinya mengatakan, Prodi DLP menurutnya tidak jelas, karena tidak memiliki aturan yang baku dan tidak memiliki tempat untuk belajar ataupun pengajar yang spesialis.
Hal ini bisa mengancam lapangan kerja yang dimiliki dokter umum, karena harus sekolah lagi selama dua tahun. "Kami menolak DLP karena sangat merugikan dokter umum, karena akan memperpanjang waktu sekolah dokter, tolong dikaji ulang lagi," katanya dalam orasi.
Hal senada dari dokter Yuli yang selama ini di Puskesmas Payung Sekaki mengatakan, kalau dokter yang mengikuti prodi DLP harus sekolah dua tahun lagi lalu, tugas sebagai dokter di Puskesmas akan terlantar, sebab itu DLP perlu dibatalkan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, Dr.Zul asdi,Sp.B,M.Kes, mengatakan, kebijakan menteri kesehatan tersebut menyulitkan mahasiswa kedokteran, karena harus menempuh bangku kuliah selama 11 tahun.
"Akibatnya biaya kuliah akan bertambah. Sehingga dikhawatirkan dapat memberatkan para mahasiswa kedokteran," kata Zul Asdi. “Kami meminta pejabat pemerintah daerah melakukan telaah atas kebijakan menteri kesehatan tersebut," ujarnya.
IDI Wilayah Riau mengeluarkan pernyataan resmi sbb :
1. Menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi dan reformasi pelayanan kesehatan dengan semangat kebersamaan dan kesejahteraan untuk semua komponen rakyat.
2. Menolak tegas Prodi DLP, yang bukan solusi masalah kedokteran, memperpanjang proses pendidikan kedokteran dan membuat pendidikan kedokteran berbiaya tinggi.
3. Meminta pemerintah untuk : Melengkapi fasilitas kesehatan terutama pada fasilitas kesehatan primer agar para dokter dapat bekerja maksimal optimal dengan output masyarakat sehat.
4. Libatkan IDI pada semua program kesehatan.
Pada kesempatan ini IDI Riau menyemarakkan ulang tahun IDI yang ke 66 dengan kegiatan memotong tumpeng, juga digelar drama teatrikal yang dibawakan oleh mahasiswa kedokteran Univ. Riau dan Donor darah dari dokter untuk membantu masyarakat Riau yang membutuhkan.
(MN)




Tulis Komentar