Siswa SMA Babussalam Belajar Mengemas Isu Lingkungan Lewat Jurnalistik dan Videografi bersama Mahasi
PEKANBARU, seputarriau.co – Mengangkat persoalan lingkungan menjadi sebuah berita atau video edukatif membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis dan merekam gambar. Informasi perlu dikumpulkan, diolah, dan disampaikan agar mudah dipahami oleh orang lain. Pengalaman inilah yang diperoleh peserta didik SMA Babussalam Pekanbaru melalui kegiatan pelatihan jurnalistik dan videografi pada Sabtu (31/10/2026).
Sekitar 40 peserta didik yang terdiri atas pengurus OSIS dan tim media sekolah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh tiga mahasiswa Magister Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau, yaitu Meilani Wulandari, Dewi Herlina, dan Rifa Dwi Wandari. Kegiatan ini dibimbing oleh Dr. Wan Syafi'i, M.Si. dan Dr. Imam Mahadi, M.Sc. Melalui pelatihan tersebut, peserta didik diajak memanfaatkan keterampilan media untuk mengangkat persoalan lingkungan, mulai dari perubahan lingkungan hingga kondisi ekosistem di sekitar mereka.
Dalam sesi jurnalistik, peserta diperkenalkan dengan cara mengolah informasi lingkungan menjadi berita yang informatif. Materi yang disampaikan Rifa Dwi Wandari mencakup nilai berita, unsur 5W+1H, teknik wawancara, dan penyusunan naskah berita. Contoh pemberitaan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau juga digunakan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana persoalan lingkungan dapat diangkat menjadi informasi yang relevan bagi masyarakat.
Sementara itu, pada sesi videografi, Dewi Herlina mengenalkan berbagai teknik pengambilan gambar, seperti shot size, camera angle, dan camera movement, serta penyusunan storyboard. Materi ini dikaitkan dengan pengamatan ekosistem, khususnya pengenalan komponen biotik dan abiotik serta interaksi yang terjadi di lingkungan sekolah.
Pengetahuan yang diperoleh kemudian diterapkan melalui kegiatan praktik. Peserta dibagi menjadi tujuh kelompok, terdiri atas tiga kelompok putra dan empat kelompok putri. Kelompok yang berfokus pada jurnalistik mulai menyusun kerangka berita dan melakukan wawancara dengan narasumber di lingkungan sekolah. Adapun kelompok videografi melakukan pengamatan dan pengambilan gambar di taman sekolah dengan mengangkat komponen serta interaksi dalam ekosistem.
Ketua pelaksana kegiatan, Meilani Wulandari, berharap keterampilan jurnalistik dan videografi dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk terlibat dalam penyebaran informasi dan edukasi lingkungan. Ia juga berharap peserta tidak hanya mampu menghasilkan tulisan berita dan mengembangkan keterampilan videografi, tetapi semakin memahami persoalan perubahan lingkungan dan dinamika ekosistem. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai persoalan lingkungan.
Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Wan Syafi'i, M.Si., turut menyampaikan harapannya agar materi yang diberikan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan jurnalistik serta videografi tidak hanya dapat diterapkan dalam pembelajaran Biologi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran dan kegiatan di berbagai bidang ilmu lainnya.
Sementara itu, Kepala SMA Babussalam Pekanbaru, Ustadz Salahuddin, S.Ag., M.Pd. Gr., C.Gi., menekankan pentingnya hasil nyata dari pelaksanaan pelatihan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi dan praktik, tetapi dilanjutkan dengan menghasilkan karya yang dapat disajikan kepada masyarakat. Karya tersebut diharapkan berupa berita berbasis video yang melibatkan mahasiswa maupun peserta didik, khususnya pengurus OSIS.
Sebagai tindak lanjut, setiap kelompok diberikan waktu tujuh hari untuk menyelesaikan karya dengan pendampingan secara daring dari tim pelaksana. Kelompok jurnalistik diarahkan menghasilkan artikel bertema lingkungan, seperti perubahan iklim atau karhutla, untuk dikirimkan ke media atau platform publikasi.
Sementara itu, kelompok videografi diarahkan mengembangkan video edukatif yang akan diunggah melalui YouTube.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kemampuan mengolah informasi, berkomunikasi, dan memanfaatkan media digital secara produktif. Karya yang dihasilkan juga diharapkan menjadi bentuk partisipasi peserta didik dalam menyampaikan persoalan lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu.




Tulis Komentar