Ajang Bisnis Berkedok Seragam Sekolah, Orang Tua Ramai-ramai Kembalikan Seragam Arahan Kepsek


MANDAU, seputarriau.co-Musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) penuh haru biru, pasalnya tidak semua orang tua atau wali akan dapat melenggang masuk ke sebuah sekolah sebab ada sejumlah kiat guna menembus.

Tapi persoalan besar yang sangat mengganggu ini jelas bukan masalah sekolah tapi sistem lingkungan atau lebih dikenal zonasi.Tak itu saja, mereka masuk berprestasi dan akan dikelompokkan dalam  daftar jalur prestasi dan jalur afirmasi dan perpindahan orang tua.

Namun kini, timbul semacam aji mumpung boleh berlaku,sebagian identitas anak diterima juga bisa saja bermasalah dengan seragam, buku catatan dan lain tentu persiapan perlengkapan sekolah bagi anak didik

Kadang terjadi kekhilafan bahkan terkesan dimanfaatkan oknum pengelola sekolah guna mencari keuntungan dengan berbagai trik serta azas manfaat mencari keuntungan di berbagai keuntungan di semua tingkatan baik dasar atau menengah

Bahkan boleh saja ada rekomendasi sekolah, itu sebagai kebersamaan, tapi anehnya peserta didik di rekomendasikan untuk membeli seragam sekolah sesuai rekomendasi oleh sekolah timbul ketidak sepemahaman di level menengah atau SMA di salah satu kecamatan Biasanya seragam batik dan seragam olahraga.

Para orangtuanya tua murid dari peserta didik di ajaran tahun baru, gembira anak jebol dan sekolah tapi mulai kasak kusuk dan kecewa dengan ada ketentuan, pihak sekolah.

Mengharuskan siswa mengganti corak baju batik dan warna baju olah raga, yang ditetapkan oleh pihak sekolah sebut saja.

Salah satu SMU Negeri 2 Pokok Jengkol, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, terdengar teriak para ibu-ibu yang tidak terima dengan adanya pertukaran baju olah raga yang datang secara tiba-tiba.

" Anak-anak kami di suruh oleh kepala sekolah untuk mengganti warna baju olah raga ke tukang jahit yang kami pilih karena arahan dari kepala Sekolah dan Panitia Sekolah dengan ketegasan dari kepala sekolah SMU 2 Mandau tersebut terpaksa kami kembalikan baju olahraga tersebut kepada tukang jahit yang kami pilih pertama dan pindah ke penjahit Hersya Taylor, sesuai rekomendasi dari Kepala Sekolah SMU 2 Mandau, yang termasuk mahal,"pungkas salah satu orang tua murid, saat di wawancarai oleh awak media Senin (08/07/2024).

Apakah ada permainan atau pihak sekolah mangambil keuntungan juga?? ya kenapa tidak berpikir seperti itu, kami selaku orang tua merasa berat harus berpindah ke penjahit yang harganya lebih mahal daripada tempat penjahit awal tempat kami tempah dengan selisih harga sangat jauh berbeda Taylor lain dari 1,2 juta/ 1,3 juta sementara di Hersya Taylor lebih mahal  yaitu senilai 1,550 juta tambah orang tua murid yang lain.

Dengan kejadian yang menyebabkan keributan antara pihak sekolah dan orang para orang tua alangkah baiknya Dinas terkait untuk turun kelapangan menindak lanjuti persoalan demi persoalan yang terjadi dari tahun ke tahun bukan masalah PPDB saja bahkan sampai ke persoalan baju seragam pun menjadi keributan demi mementingkan keuntungan sendiri yang dilakukan pihak sekolah.

Kepada aparat kepolisian, Mohon pihak Polres bengkalis/tipikor turun langsung mengecek kelapangan,diduga adanya indikasi setoran yang memang sangat menguntungkan pihak sekolah yang bermain.


DW


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar