Waduuhh..., Ternyata Gafatar Masih Tersisa Di Riau

Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR)
PEKANBARU, seputarriau.co - Keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah meluas ke sejumlah daerah di Provinsi Riau. Meskipun induknya (Gafatar Riau) yang dikabarkan telah membubarkan diri, ternyata Gafatar cabang Dumai masih tersisa.
 
Hal ini terungkap saat dalam dialog menyikapi situasi dan kondisi terkini keamanan dan ketentraman masyarakat di Provinsi Riau yang digelar di aula Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, Senin (18/01/2016).
 
Dari penelusuran Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Gafatar Dumai telah terdaftar pada 26 April 2013 dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang dimiliki Gafatar tersebut masih aktif hingga 27 Maret 2018. Sementara Gafatar Riau yang sebelumnya terdaftar pada nomor 137/BKBPPM/SKT/XII//BR/2011, masa berlakunya telah habis pada 7 Desember 2015.
 
Sejauh ini pergerakan Gafatar Dumai belum ada yang menyimpang atau tidak menunjukkan tanda-tanda teroris, namun kepada masyarakat tetap dihimbau agar tetap selalu waspada terhadap keberadaan organisasi masyarakat (ormas) tersebut. Seperti yang dikatahui, ormas tersebut selalu berganti-ganti nama.
 
Melihat rekam jejakGafatar yang dirangkum pada akun twitter @GAFATARRiau, memperlihatkan bahwa ormas ormas tersebut gencar melakukan audiensi dan kegiatan sosial di bulan Desember 2013 hingga februari 2015. Dan Kota Dumai merupakan sasaran rutin bagi ormas ini untuk melakukan kegiatan sosial.
 
Kegiatan sosial tersbut diantaranya, pada tahun 2013 Gafatar Riau mengadakan cek kesehatan gratis di Gurun Panjang Kota Dumai, gotong royong bersama warga Kabupaten Bengkalis, dan aksi kebersihan di Desa Sabak Auh di Kabupaten Siak.
 
Pada tahun 2014, aksi Gafatar diantaraya, Gafatar Kuansing melakukan audiensi di Kabupaten Kuansing, meriset wawasan kebangsaan di Kelurahan Maharatu melek Pancasila, Gafatar DPK Kampar bagi-bagi masker sebanyak 1.500 maskerdi Desa Tanah Merah KabupatenKampar, aksi sosial di Desa Sei Bayam Kabupaten Siak dan rutin menggelar acara donor darah.
 
Dan pada tahun 2015, Gafatar Riau gencar melakukan seminar mengenai ketahanan pangan, pembersihan drainase di Desa Tambusai Batang Dui Kabupaten Bengkalis, menebar 60.000 bibit lele dan panen lele sebanyak 1413 kilogram, dan sukses menjadi pelopor budidaya jagung manis di Dumai.
 
 
(IS)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar