Tiga Kota di Riau Ini Alami Inflasi di 2015
Badan Pusat Statistik
PEKANBARU, seputarriau.co - Indeks Harga konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan Indeks harga barang dan jasa berupa inflasi atau deflasi di tingkat konsumen di daerah perkotaan.
Mawardi Arsyad, Kepala BPS Provinsi Riau mengatakan, Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada tahun 2015 Provinsi Riau mengalami kenaikan IHK pada bulan November dan Desember.
"Pada tahun 2015 di Riau terjadi inflasi sebesar 1,08 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 121,77 pada bulan November 2015 menjadi 123,08 pada bulan Desember 2015. tingkat inflasi tahun ke tahun (Year On Year) sebesar 2,65 persen," sebutnya di ruang rapat BPS, Senin (04/01).
Selanjutnya, "Pada bulan Desember 2015, ketiga IHK di Riau mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 1,24 persen dengan IHK sebesar 122,80, Tembilahan sebesar 0,77 persen dengan IHK 126,62 dan Dumai mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dengan IHK 122,75," ucapnya.
Mawardi juga menjelaskan, Inflasi Riau pada bulan Desember 2015 sebesar 1,08 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada semua kelompok pengeluaran, dengan inflasi tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 4,06 persen dengan andil sebesar 0,92 persen.
"Dari beberapa kelompok pengeluaran, bahan makanan menjadi komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar. seperti cabai merah, bawang merah, beras, telur ayam ras, daging ayam ras, tomat sayur, kentang, dan lain sebagainya," ujarnya menyebutkan.
Selain itu, Selama januari-Desember 2015 terjadi inflasi di Riau sebesar 2,65 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 119,90 pada Desember 2014 menjadi 123,08 pada Desember 2015. Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 2,71 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 119,56 pada Desember 2014 menjadi 122,80 pada Desember 2015.
Kemudian, diikuti Dumai mengalami inflasi sebesar 2,63 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 119,60 pada Desember 2014 menjadi 122,75 pada Desember 2015.
Selanjutnya, Tembilahan mengalami inflasi sebesar 2,06 persen atau terjadi keanaikan IHK dari 124,06 pada Desember 2014 menjadi 126,62 pada Desember 2015.
Dari (23) dua puluh tiga kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 2,12 persen, diikuti oleh Bukit Tinggi sebesar 1,80 persen, Padang sebesar 1,79 persen dan Pematang Siantar sebesar 1,78 persen. Sedangkan iflasi terendah terjadi di Kota dumai sebesar 0,39 persen, Meulaboh sebesar 0,49 persen, Banda Aceh sebesar 0,54 persen dan Tembilahan sebesar 0,77 persen.
Sedangkan di Indonesia, dari (82) delapan puluh dua kota yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Marauke sebesar 2,87 persen, diikuti oleh Kupang sebesar 2,67 persen, Tual sebesar 2,37 persen dan sibolga sebesar 2,12 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,27 persen, diikuti Jember dan Dumai masing-masing sebesar 0,39 persen dan Probolinggo sebesar 0,41 persen.
(ATP)




Tulis Komentar