Korwas Pendidikan INHIL Minim Dana Operasional dan Lemah SDM

ilustrasi

INHIL, seputarriau.co - Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu Kabupaten dari 12 kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Riau. Dengan ibukotanya Tembilahan,  dijuluki dengan kota ibadah dan kota seribu parit. Kabupaten Indragiri Hilir jenis tanahnya, pada umumnya tergolong pada tanah gambut, sangat subur kalau dijadikan tanah pertanian terutama jenis tanaman muda.

Keterangan yang diperoleh dari sdr. Martian, SPd selaku Kordinator Pengawas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir bahwa tanggungjawabnya untuk mengawasi seluruh sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir, sementara dana operasionl yang diterima sangat minim. Dengan minimya dana operasional tersebut, maka tugas pengawasan tentu sangat terbatas pula yang dapat dilakukan,  terutama pengawasan terhadap sekolah- sekolah yang berada di daerah Indragiri Hilir Utara  yang memerlukan biaya operasional besar, sehingga jarang sekali dikunjungi  oleh anggota pengawas pendidikan.  Dengan kondisi ini maka sekolah dikawaan tersebut lemah sekali tugas  pengawasan yag dapat dilakukan.

Martian, SPd menambahkan bahwa rekuitmen anggota pengawas yang dilakukan tanpa melalui peroses seleksi baik dan benar, baik seleksi administrasi maupun   seleksi kompetensi/keahlian. Rekuitmen anggota pengawas kesanya asal- asalan. Sementara tugas pengawasan memerlukan keahlian khusus dan semangat yang tinggi. Sementara  yang menjadi  penagawas selama ini berasal dari Kepala sekolah yang tidak menjabat kepala sekolah lagi alias mendekati masa pensiun dan berasal dari  guru atau kepala sekola yang  mempunyai masalah sebelumnya, dan tanpa melalui perose seleksi dengan standar yang jelas.

Minimnya dana opesional tentu saja berdampak kepada terbatasnya apa yang dapat diperbuat,  sehingga tidak bisa berbuat banyak dalam melaksanakan tugas pengawasan.  Dana operasional yang minim akan berdampak dalam melaksanakan tugas terjadi meyerempet kiri dan kanan sehingga yang menjadi korban tentu pihak sekolah,  sehingga fungsi pengawasan nyaris terabaikan.  Pengawasan kurang efektif terhadap sekolah, maka sekolah akan berbuat sesuai keinginan masing- masing, tentu sasaran pengawasan tidak tercapai.

Minimnya SDM pengawas akan berdampak kepada lemahnya fungsi pengawasan yang tentu saja bermuara keada lemahnya kinerja pengawasan yang dilakukan. Pengawas yang turun kesekolah tidak menguasai  tugas dan funsi  sebagai  pengawas serta tidak menguasai keahlian sebagai pengawas akan berdampak pengawas datang kesekolah hanya sekedar silaturrahmi kesekolah dan pulang, sehingga fungsi pengawasan tidak  efektif dan maksimal.    

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar