Kukerta UNRI 2026 Wujudkan Ikon 'I Love Tanjung Bungo" dari 600 Ecobrick

KAMPAR, seputarriau.co  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 di Desa Tanjung Bungo melaksanakan program kerja Pembuatan Ikon Ecobrick "I Love Tanjung Bungo" sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik sekaligus menciptakan ikon desa yang memiliki nilai edukatif dan estetika.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Tanjung Bungo. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa Kukerta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan lokasi yang strategis sebagai tempat pemasangan ikon Ecobrick agar mudah dilihat dan menjadi media edukasi bagi masyarakat.

Tahap selanjutnya diawali dengan pengumpulan botol plastik bekas dan sampah plastik yang berasal dari lingkungan sekitar. Sampah plastik tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecobrick, yaitu botol plastik yang dipadatkan menggunakan limbah plastik sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai material yang bernilai guna.

Sebanyak 600 botol plastik berhasil dikumpulkan dan diisi dengan limbah plastik hingga menjadi ecobrick. Botol-botol tersebut kemudian disusun oleh mahasiswa Kukerta menjadi ikon bertuliskan "I Love Tanjung Bungo" yang dipasang di halaman Kantor Desa Tanjung Bungo. Ikon ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda desa, tetapi juga menjadi media edukasi yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah plastik melalui pemanfaatan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.
Kegiatan ini terlaksana atas izin dan dukungan dari Kepala Desa Tanjung Bungo, Manizar, sehingga proses pembuatan dan pemasangan ikon dapat berjalan dengan baik. Kolaborasi antara mahasiswa Kukerta, Pemerintah Desa, dan masyarakat menjadi wujud nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Ketua Kukerta Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 Desa Tanjung Bungo, Dio Erwanda, berharap pembuatan ikon Ecobrick ini dapat menjadi awal munculnya kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.
"Ikon ini kami buat bukan hanya sebagai penanda Desa Tanjung Bungo, tetapi juga sebagai contoh bahwa limbah plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, masyarakat dapat terus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik melalui berbagai inovasi sehingga kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan," ungkap Dio Erwanda.

Keberadaan ikon "I Love Tanjung Bungo" diharapkan dapat menjadi identitas desa yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain memperindah kawasan desa, ikon tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat dan pengunjung akan pentingnya mengurangi sampah plastik serta memanfaatkan kembali limbah menjadi produk yang bernilai. Buatkan beberapa judul menarik


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar