Di Kota Futuristik Neom, Pangeran MAbS Arab Saudi Bakal Bangun Surga 'Alkohol'

JAKARTA, seputarriau.co  - Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) berambisi untuk membangun 'surga alkohol'. Lokasinya di kota Neom.
Arab Saudi di bawah Putra Mahkota Arab Saudi MbS  itu membangun kota futuristik Neom yang Rencana itu diumumkan pada Januari 2021 dan ditargetkan selesai pada 2030.

Neom menjadi salah satu proyek Arab Saudi untuk mulai menggantungkan ekonominya pada pariwisata, industri, dan energi terbarukan. Selama ini, Arab Saudi lebih banyak menggantungkan ekonominya pada sektor minyak bumi. Neom menjadi bagian dari Saudi Vision 2030 dan diharapkan akan selesai tepat waktu tahun 2030.

Di Neom, otoritas Arab Saudi akan mengizinkan penjualan dan konsumsi minuman beralkohol wine, koktail, hingga sampanye di sebuah resor. Neom merupakan bagian dari mega proyek Saudi di Pulau Sindalah dekat Laut Merah. Resor ini rencananya dibuka pada 2023.

"Arab Saudi bakal membuka bar dan mengizinkan toko retail menjual wine secara terbuka di kawasan wisata itu," demikian menurut dokumen pemerintah Saudi yang ditinjau Wall Street Journal.


Dalam foto yang tertera dalam dokumen rencana proyek Neom, menunjukkan seorang bartender menuangkan koktail di botol premium seperti vodka, wiski, dan anggur, seperti dikutip dari Middle East Monitor.

Dalam foto itu pula, tampak para tamu duduk di kursi sembari berbincang. Di meja terlihat botol alkohol dan beberapa potong kue di atas piring.

Pada bulan Mei lalu, eks kepala pariwisata di kota Neom, Andrew McEvoy, mengatakan Neom akan dilindungi dengan Undang-undang ekonomi khusus.

"(UU akan sesuai dengan) ambisi mereka yang kami coba tarik untuk bekerja dan tinggal di sini," ujar McEvoy, selanjutnya, "Alkohol tak lepas disajikan di meja", ujarnya.

Konservatif

Jika betul Arab Saudi akan menerapkan konsumsi dan penjualan alkohol, ini bakal menjadi terobosan baru pemerintah yang terkenal sangat konservatif. Namun, sejumlah pihak juga khawatir rencana itu menandai perubahan budaya di Saudi.

Selama ini, Kerajaan melarang konsumsi maupun penjualan alkohol dalam bentuk apapun di seluruh negeri. Bagi siapa saja yang melanggar bisa dikenai hukuman berupa denda, penjara, dan cambuk.

Sumber : Detik.com

(MN)

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar