Marwah Melayu Menjemput Blok Rokan

PEKANBARU, seputarriau.co  - Penyambutan Datuk Seri Syahril Abubakar, Ketua Umum DPH LAMR beserta rombongan di balai adat LAMR Jalan Diponegoro Pekanbaru, dari Jakarta setelah memenuhi jemputan dari Panitia Kerja (Panja)  Komisi Vll DPR RI, cukup meriah karena dihadiri para tokoh masyarakat Riau dan paguyuban yang ada di Riau serta pengurus LAMR dari beberapa daerah di Riau. Dan yang membuat acara meriah karena rombongan disambut dengan acara adat yakni dengan kompang, silat dan penaburan beras kunyit.

Adapun tema yang diangkat pada acara yang dilaksanakan pada 13 Pebruari 2021 adalah MARWAH MELAYU, MENJEMPUT BLOK ROKAN. Maknanya adalah Blok Rokan itu adalah Marwah Melayu, Karena sekitar 95 tahun blok rokan dikelola oleh Chevron yang merupakan perusahaan dari Amerika dan hasilnya Riau tetap menjadi daerah yang tertinggal, kebodohan dan kemiskinan serta belum sempurnanya infrastruktur di Riau adalah fakta dan data didepan mata kita.


"Apabila Blok Rokan kita yang mengelolanya maka marwah Melayu pun akan bisa ditegakkan kita pun akan banyak berbuat demi masa depan anak cucu kita kedepan kebodohan dan kemiskinan akan kita nyahkan dari bumi Riau",ungkap DS Syahril Abubakar.

Perjuangan merebut blok rokan dimulai sejak penabalan gelar Datuk Seri Setia Negara kepada  Presiden RI Joko Widodo  di balai adat LAMR.Pada waktu itu dalam pidatonya Presiden RI menyatakan,"sangat layak jika LAMR ingin mengelola blok rokan'.

Begitu juga dengan Menteri Investasi, Menteri ESDM, Pertamina memberikan dukungan sepenuhnya kepada LAMR untuk memiliki saham 39 % yang dimiliki Pertamina.

Terakhir Panja Komisi Vll DPR RI memberikan dukungan sepenuhnya kepada LAMR untuk mengelola blok rokan.semua anggota Panja pada waktu itu menyatakan mendukung sepenuhnya LAMR untuk mengelola blok rokan. Acara yang ditaja Panja Komisi Vll pada 9 Pebruari 2021 berkesimpulan bahwa menyetujui LAMR memiliki saham 39% dan diminta Pertamina untuk menindaklanjuti pembicaraan bisnis to bisnis antara Pertamina dengan Badan Usaha Milik Adat(BUMA) LAMR, karena yang akan ikut didalam urusan secara teknis adalah BUMA LAMR serta konsersium yang telah dibentuk LAMR.

Lebih lanjut DS Syahril Abubakar mengungkapkan,"kita sudah menyiapkan modal,sumber daya manusia, Teknologi serta perusahaan yang akan  mengelola blok rokan, kita akan ikuti proses yang ada di Pertamina dan saya mengharapkan doa dan  dukungan dari rakyat Riau supaya perjuangan ini berhasil", Ucapnya.


Dan terakhir DS Syahril Abubakar menyatakan bahwa profit yang diperoleh dari pengelolaan blok rokan akan disalurkan melalui Yayasan KRIS (Kampar, Rokan, Indragiri, Siak) Dan yayasan KRIS ini nanti akan menyalurkan bantuan pada anak-anak Riau untuk melanjutkan pendidikannya sampai keluar negeri serta menyalurkan bantuan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat, sehingga kebodohan dan kemiskinan akan dapat kita enyahkan dari bumi Riau.

(rls/ MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar