Mampukah Arab Saudi Kendalikan Harga Minyak Dunia?

Ilustrasi Eksplorasi Minyak (copyright.Int)
seputarriau.co - Harga minyak dunia masih saja terus anjlok. Di perdagangan hari ini, harga minyak turun 6 persen hingga menyentuh titik terendah dalam 11 tahun terakhir di level Rp 34,23 per barel.
 
Saat harga minyak anjlok, Arab Saudi ingin meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi dengan Rusia. Kedua negara ini dikenal sebagai produsen minyak besar dunia. Arab Saudi dan Rusia juga merupakan eksportir utama minyak global.
 
Arab Saudi dan Rusia dilaporkan telah melakukan pembicaraan soal harga minyak. Hasilnya, OPEC yang dipimpin Arab Saudi tetap tidak mau mengurangi produksi minyak mentah. Mereka menolak memotong produksi untuk mengusir pesaing lain di pasar global, seperti produsen minyak shale di Amerika Serikat Kanada.
 
Meski hubungan Saudi dan Rusia semakin hangat, kedua negara tetap tersiksa karena rendahnya harga minyak ini. Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir membantah pihaknya bisa mengatur harga minyak dunia dan sengaja membuat anjlok.
 
"Harga minyak itu dikendalikan oleh pasar serta permintaan dan pasokan," kilah al-Jubeir seperti dikutip merdeka.com dari CNBC, Kamis (7/1).
 
Menteri tersebut sekali lagi menegaskan pihaknya tidak bisa mengontrol harga minyak dunia. "Banyaknya pasokan dan permintaan mempengaruhi harga minyak. Saya pikir diskusi tentang Saudi mampu memanipulasi harga atau pasar itu berlebihan. Pada akhirnya, harga minyak ditentukan fundamental, pasokan dan permintaan," bantahnya.
 
 
(ATP)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar