Warga Diminta Terus Galangkan Gotong Royong
Ilustrasi Demam Berdarah
PEKANBARU, seputarriau.co - Dalam rangka penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan dengan meningkatnya jumlah kasus DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti di Kota Pekanbaru serta menindaklanjuti surat Gubernur Riau perihal kegiatan bulan bakti mencegah KLB demam berdarah, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru telah mengirimkan surat instruksi WaliKota Pekanbaru nomor 440/Diskes/877 tertanggal 11 September 2015 untuk terus menggalakkan gotong royong.
Memasuki pekan ke 50 di bulan Desember 2015, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 487 kasus DBD terjadi di pekanbaru. Angka tersebut dihitung secara komulatif dari 12 Kecamatan se-Pekanbaru.
Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 182 kasus. Untuk menekan jumlah penderita DBD, Diskes Pekanbaru terus mengimbau warga menerapkan penerapa Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Dari jumlah 487 kasus, sebanyak 4 orang meninggal akibat terjangkit kasus DBD.
"Untuk tahun 2015 ini memang ada peningkatan kasus yang jumlahnya cukup tinggi. Meski jumlah korban turun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 5 orang, tapi jumlah peningkatan kasus ini sangat membuat masyarakat khawatir," kata Kepala Diskes Pekanbaru Helda S Munir saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Gustiyanti SKM, M, Kes kepada wartawan, Selasa (29/12).
Dikatakan Gustiyanti, dari jumlah 487 kasus tersebut kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Tampan sebanyak 79 kasus dari jumlah tahun lalu sekitar 28 kasus.
"Jumlah kasus yang paling tinggi itu di Tampan, lalu Payung Sekaki dan Tenayan Raya. Sedangkan untuk korban meninggal itu terjadi pada pekan ke 6 tepatnya di bulan Februari," ujarnya.
Menurut Gustiyanti, peran serta masyarakat untuk menekankan penurunan jumlah kasus DBD sangat dibutuhkan. "Pencegahan itu kan tak mesti harus dari pemerintah saja, tapi masyarakat juga bisa membantu dengan menggalakkan 3M Plus. Apalagi iklim yang masih pancaroba yang dapat meningkatkan kasus DBD di Pekanbaru," tutupnya.
(IS)




Tulis Komentar