Alpasirin Kritik Wacana Bupati Rohul Mengganti Julukan "Negeri Seribu Suluk"

ROKAN HULU, seputarriau.co - Wacana Penggantian Nama Julukan Rokan Hulu dari "Negeri Seribu Suluk" menjadi "Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau” oleh Bupati Rokan hulu Suparman, S.Sos M.Si, mendapat Kritikan dari Alpasirin Alpa,S.Ip,M.Ip, anggota DPRD Rokan Hulu dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem). 
 
Menurut Pandangan Alpasirin "Mungkin pak Bupati perlu. Merenungkan makna Negeri Seribu Suluk secara mendalam, karena peletakan nama tersebut merupakan konsensus secara bersama oleh para tokoh pendiri Rokan Hulu, Yang diletakan berdasarkan fakta sejarah. dan karakteristik filosofis masyarakat Rokan Hulu".
 
"Menurut hemat saya, bukan itu yang perlu dirubah, yang perlu dilaksanakan secepatnya adalah bagaimana menyusun strategi melakukan percepatan pembangunan dan menggerakkan sektor perokonomian masyarakat"pinta Alpasirin.
 
"Dengan jumlah APBD yang tersedia, 1,4 Triliyun, segera direalisasikan saja dengan bentuk Pembangunan Infrastruktur, seperti Mengganti jembatan yang Rusak, perbaikan jalan,dan lain lain yang sekiranya sangat dibutuhkan oleh masyarakat".Tambahnya.
 
"Realisasikan saja janji janji saat kampanye kemarin, agar rakyat akan merasa senang, telah menikmati hasil kerja Bupati Rokan Hulu Suparman yang selama 1 tahun ini sudah berjalan "Pungkas Anggota Dewan Dari Fraksi Nasdem Dapil I.
 
Sedangkan menurut pendapat Orang Nomor 1 Di Rohul, Suparman, saat berpidato di Masjid Nasional Islamic Center, berdasarkan 3 Alasan, Dirinya mewacanakan mengganti Julukan untuk Rokan Hulu tersebut Menjadi "Negeri Suluk Berpusako Nan Hijau" itu. 
 
Pertama, julukan Negeri Seribu Suluk yang selama ini disandang Rohul, dinilai tidak realistis lagi dengan jumlah Surau Suluk yang ada di Rohul. Pasalnya, seribu suluk tidak sesuai menggambarkan jumlah Surau Suluk yang ada di Rohul yang jumlahnya hanya 135 surau suluk.
 
Kedua, Julukan Negeri Seribu Suluk belum menggambarkan seluruh potensi yang ada di Rohul. Karena, selain Suluk, Rohul juga memiliki pusaka sejarah yang selama ini kurang dikenal oleh masyarakat luas.
 
Dan alasan yang Ketiga, Lanjutnya, wacana tersebut didasari karena Rohul memiliki potensi alam yang luar biasa, dimana daerah ini masih memiliki hutan yang harus dilestarikan. Disamping begitu luasnya daerah perkebunan di daerah ini. Diharapkan dengan jargon baru tersebut, dapat memotivasi seluruh masyarakat Rohul untuk terus melestarikan alam.
 
Ketua LAMR Rohul, H. Zulyadaini.walau mendukung perubahan itu, Namun menyarankan, sebelum Wacana itu diwujudkan, Zulyadaini meminta Pemkab Rohul agar terlebih dahulu memusyawarahkannya dengan Tokoh Pendiri Rohul, Tokoh adat dan tokoh masyarakat, agar tidak terjadi Pro dan kontra. Pasalnya, Julukan negeri seribu suluk itu, merupakan hasil konsensus dan kesepakatan seluruh tokoh Rohul saat Rohul dimekarkan 17 Tahun yang silam.
(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar