11 Perusahaan Duta Palma Inhu Abaikan UU

ilustrasi
RENGAT, seputarriaua.co - Sebanyak 11 perusahaan kelapa sawit dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) grup Duta Palma Nusantara (DPN) di kabupaten Indragiri Hulu masih mengabaikan UU No 24 tahun 2011 tentang BPJS Ketenagakerjaan dan PP No 45 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.
 
Hingga saat ini 11 perusahaan tersebut belum melakukan kewajiban mereka untuk membayar dana program pensiun bagi lebih kurang 8600 orang karyawan mereka, padahal pihak perusahaan tersebut sudah membuat pernyataan pada bulan November 2016 untuk segera mendaftar ke BPJS Ketenaga Kerjaan secara lengkap.
 
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Rengat, Aang Supono melalui petugas Pengawas, Agung membenarkan belum terpenuhinya kewajiban dari DPN grup tersebut.
"November 2016 mereka sudah membuat pernyataan dengan pihak kejaksaan untuk memenuhi kewajiban tersebut, tegas Agung.
Menurut Agung, selain dari dana pensiun, perusahaan memang sudah memenuhi kewajiban terhadap Jaminan hari Tua, Kematian dan kecelakaan kerja. Namun program tersebut harus dilengkapi dengan jaminan penssiun karyawan dari 11 perusahaan DPN grup tersebut.
 
Dikatakannya jika ini tidak mereka penuhi maka akan ada sangsi administrasi seperti denda dilanjutkan dengan teguran tertulis, kemudian Tidak Mendapat Pelayanan Publik Tertentu  ( TMP2T).
"Untuk sangsi ketiga tersebut akan dikeluarkan langsung oleh piihak pusat dan sangsinya bisa sampai tidak diperpanjangnya izin perusahaan, tambahnya.
 
Ditegaskannya lagi, 11 perusahaan DPN di Inhu, 7 di Kuansing dan 1 di Inhil sudah masuk dalam klasifikasi perusahaan sesuai UU dan PP, wajib menyediakan dana pensiun bagi karyawan mereka.
"Minggu ini, perusahaan akan kembali di panggil dengan pihak kejaksaan untuk mempertanyakan kembali pernyataan mereka tersebut, sebelum diambil tindakan selanjutnya, tambahnya.
11 perusahaan tersebut yakni Banyu Bening Utama (BBU) Kebun, BBU PKS, Kencana Amal Tani (KAT) I, KAT II, KAT III, KAT PKS, Mekarsari Alam Lestari (MAL) kebun, MAL PKS, Panca Agro Lestari (PAL), Palma Satu dan Seberida Subur.
(MN/MCR)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar