Dugaan Cukong Kayu Palet Gunakan Kayu Ilegal
SUNGAI MANDAU, seputarriau.co - Hampir ± 200 ha hutan di tempat-tempat yang berbeda di berbagai daerah di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak yang dirambah habis oleh keserakahan dari oknum-oknum tertentu dari luar daerah.
Demi melancarkan suatu usaha yang bergerak dibidang pembuatan valet (somel*red) dari salah satu oknum tersebut. Cukong-cukong berdatangan dari luar daerah dan berlomba-lomba untuk melancarkan kegiatan penebang liar (ilegal logging*red) dengan membangun atau membuat kanal baru tembusan menuju hutan agar mempermudah aktifitas pengangkutan kayu ke darat dengan cara menarik kayu dari dalam hutan menuju aliran kanal tersebut.
"Hampir dibilang setiap hari (malam*red) kayu itu (mahang*red) keluar, cuma itu orang-orang itu pula yang mau menolong." ungkap KM Sabtu (04/03/17) sekitar pukul.14.20 Wib.
Cukong-cukong dengan cerdiknya memanfaatkan tenaga masyarakat tempatan yang terbilang penghasilanya rata-rata didapat dari hasil penjualan kayu hutan (mahang*red) selain bertani juga berkebun untuk mendapatkan penghasilan tambahan buat kebutuhan sehari-hari.
Dari oknum yang berinisial (HJ) tersebut. HJ juga yang merupakan cukong sebagai pengerak demi melancarkan aksi dari aktifitas tebang liar ini maka oknum berinisial (KM) ini diberi modal untuk pembuatan kanal baru dengan anggaran sebesar ± 25 juta dengan cara dicicil kepada oknum cukong tersebut.
"Ada kayu yang mau ditebang tapi harus membuat kanal baru tembusan. Agar mempermudah melangsir kayu dari dalam hutan kedarat, dekat dengan pemuatan kayu ke mobil" beber KM sekitar pukul.14.30 Wib.
Hampir ± 6 unit mobil melansir setiap harinya antara pukul.19.00 Wib - pukul.20.00 Wib sedangkan untuk ± 6 unit mobil berikutnya itu melansir ditafsir antara pukul.11.00 Wib - pukul.02.00 Wib dini hari dengan pemilik mobil cukong-cukong masing-masing. Jum'at (03/03/17).
Sangat disayangkan dengan adanya aktifitas seperti ini yang hampir dilakukan setiap harinya (malam*red ) tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum setempat untuk mengambil tindakan agar hutan-hutan di Kecamatan Sungai Mandau ini tetap terjaga kelestarianya demi kelangsungan hidup satwa-satwa penghuni hutan tersebut.
Bahkan, di Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau ini terbilang kaya akan hasil perkebunan (bertani*red) dilihat dari program pemerintah yang membuka lahan persawahan. Selain itu juga masyarakat bisa belajar dari Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang telah dibangun oleh pemerintah pusat melalui pemerintahan Kabupaten Siak terutama Kecamatan Sungai Mandau sendiri.(HRS)




Tulis Komentar