Terungkap: HSBC mendanai kerusakan hutan

Sumber Foto : act.greenpeace
RIAU, seputarriau.co - Greenpeace baru saja menyingkap skandal HSBC, salah satu bank terbesar di dunia yang ternyata ikut mendanai perusahaan-perusahaan sawit yang masih menghancurkan hutan Indonesia, khususnya di daerah Riau.
 
Hutan yang rusak memicu terjadinya kebakaran masif.  Studi dari Universitas  Harvard menyimpulkan lebih dari 100.000 orang dewasa di Asia Tenggara meninggal dini akibat krisis asap di tahun 2015.
 
HSBC sering mempromosikan kebijakan keberlanjutan mereka, tapi pada kenyataannnya  mereka masih terkait dengan deforestasi.  TIM CEGAH API Greenpeace bulan Desember tahun lalu bertugas di beberapa wilayah konsesi perusahaan yang didanai oleh HSBC dan menemukan fakta-fakta pelanggaran seperti pembukaan lahan serta pengeringan lahan gambut melalui kanal-kanal yang dapat memicu kebakaran hutan.
 
Menurut Juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Annisa Rahmawati, Kami Minta dukungan dari masyarakat indonesia, khususnya di Riau untuk meluangkan satu menit untuk menandatangani petisi ke HSBC dan desak mereka untuk berhenti mendanai perusahaan-perusahaan yang merusak hutan. 
 
HSBC menuliskan di websitenya “ Kami mempertimbangkan keberlanjutan ketika mengambil keputusan bisnis untuk melindungi reputasi kami.”   Baru-baru ini, Greenpeace menangkap basah sebuah perusahaan sawit yang didanai trilyunan rupiah oleh HSBC  sedang membuldozer hutan  kita, yang direkam dalam video secara diam-diam. Ups! 
Kita tahu bagaimana menantang mereka. Ketika Greenpeace bersama ribuan orang di seluruh dunia  pernah menyerukan dan mendesak Santander - sebuah bank di Inggris, serta menunjukkan fakta bahwa mereka terkait perusakan hutan, mereka memutuskan hubungan dengan perusahaan yang tidak bertanggung jawab.  Seperti Santander, HSBC tidak mau nasabah mereka melihat mereka terhubung dengan kebakaran hutan dan kepunahan orangutan.
 
Semakin banyak yang menandatangani petisi, semakin HSBC merasa banyak mata yang mengawasi mereka. Maukah kamu ikut ambil bagian?
link dibawah :
 
Sumber : act.greenpeace
Editor : Muhammad Nasir
 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar