Orang Tua butuh Pendidikan Parenting
PEKANBARU, seputarriau.co - Menurut Ki Hadjar Dewantara, “ Keluarga adalah lingkungan pendidikan yang pertama dan utama .” dengan demikia peran keluarga dalam pendidikan bagi anak, tidak dapat tergantikan sekalipun anak telah di didik di lembaga pendidikan formal maupun informal. Keluarga sebagai unit sosial terkecil dimasyarakat yang terbentuk atas dasar komitmen untuk mewujudkan fungsi keluarga khususnya fungsi sosial dan fungsi pendidikan harus benar-benar doi optimalkan sebagai mita lembaga pendidikan.
Dalam hal itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau kembali merasa perlu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kebutuhan Pendidikan Parenting Bagi Masyarakat melalui bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) yang berlansung di Hotel New Hollywood Pekanbaru dari tanggal 5-9 Agustus 2016 mendatang.
Kegiatan sosilisasi pendidikan parenting ini berasal dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau berjumlah 120 orang peserta yang terdiri dari Bidang PK-PLK 12 Orang, Kepala SLB 12 orang ,Wali kelas SLB 12 orang, Komite Sekolah SLB 12 orang, Wali Murid SLB 12 Orang, Kepala Sekolah Inklusi 12 orang, Wali Kelas kelas Inklusi 12 Orang, Wali Murid Inklusi 12 orang, Komite Sekolah Inklusi 12 Orang,serta Tokoh Masyarakat berjumlah 12 orang.Berdasarkan laporan ketua panitia Ridwan menyampaikan kegiatan sosialisasi ini melibatkan narasumber berasal dari pusat serta intsruktur yang kompeten dibidangnya. Ridwan juga menambahkan perlunya “diadakan sosilisasinya bertujuan untuk memberikan pendidikan parenting bagi masryarakat serta orang tua dan pihak yang terlibat, memberikan pemahaman tentang peran pendampingan anak baik di luar maupun dalam kelas, serta memberikan pengetahuan keterampilan bagi orang tua dalam melaksanakan perawatan pengasuhan, dan pendidikan anak didalam keluarga sendiri yang mempunyai karakter pungkPEKNABRUsnya”.
Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi yang Lansung diwakili oleh Kepala Bidang PK-PLK Dewi Sartika menyampaikan bahwa sosialisasi ini diharapkan dapat menyadari bahwa orang tua adalah mitra sejati bagi guru. Sebagai orang tua tentunya tidak hanya berdiri di luar sekolah, seharusnya orang tua juga memiliki peran dalam mengamati proses pendidikan anak. Tentunya perlu kerja keras kedua belah pihak, jadi kita sangat mendukung kolaborasi yang aktif dan positif antara orang tua dan sekolah untuk mensukseskan program pendidikan yang berkembang disekolah. Terutama anak yang memerlukan kebutuhan khusus dan perhatian. Selanjutnya Dewi menghimbau perlunya pendampingan dan komunikasi yang hangat serta merangkul karena dapat memberikan dan mengasah pola pikir anak agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, semoga dengan sosilisasi ini kita menjalankan tugas sebagai parenting untuk bisa meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan tutupnya”.
(MN)




Tulis Komentar