Gaspol Tekan Inflasi & Angkat UMKM, Ini 2 Jurus Bupati Kampar Gandeng BUMD untuk Ekonomi Rakyat
KAMPAR, seputarriau.co – Pemerintah Kabupaten Kampar tancap gas memperkuat ekonomi rakyat lewat dua langkah strategis: menjaga perut rakyat dari gejolak harga pangan, sekaligus memastikan BUMD benar-benar ‘turun gunung’ bantu UMKM. Komitmen itu ditegaskan Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. dalam dua agenda penting sepanjang April 2026.
Jurus 1: Gandeng BUMD Pangan, Gelar Pasar Murah & Jamin Harga Petani
Langkah pertama, Pemkab Kampar lewat Dinas Ketahanan Pangan resmi menggandeng PT Riau Pangan Bertuah, BUMD Pangan milik Provinsi Riau. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Pekanbaru, Kamis (30/4/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Dr. Yuli Usman, menyebut ini momentum krusial melawan inflasi. “Ini ikhtiar agar dapur masyarakat Kampar tetap ngebul dengan harga terjangkau,” tegasnya.
Wujud nyatanya langsung dirasakan rakyat. Operasi pasar murah akan digelar di 21 kecamatan. Beras, minyak, telur, hingga cabai dijual di bawah harga pasar. Tak hanya itu, PT Riau Pangan Bertuah siap jadi _off taker_ hasil panen petani Kampar.
“Kami siap jaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Petani tidak bingung jual hasil panen, masyarakat dapat harga wajar,” ujar Dirut PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, S.P., M.Si. Langkah ini sejalan dengan arahan Plt. Gubernur Riau menjadikan BUMD Pangan sebagai pilar pengendali inflasi.

Jurus 2: Paksa BUMD Pro Rakyat, CSR Wajib Sentuh UMKM & Kesehatan
Langkah kedua, Bupati Ahmad Yuzar turun langsung memastikan BUMD memberi manfaat nyata. Saat menghadiri Hari Jadi PT Riau Petroleum Mahato (RPM) di Tapung, Kamis (9/4/2026), Bupati menegaskan CSR tidak boleh basi.
“Pemerintah daerah mendorong agar setiap program CSR benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. UMKM harus diperkuat karena menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tegas Ahmad Yuzar.
Buktinya, di acara itu PT RPM menggelar sunat massal gratis dan menyerahkan bantuan gerobak usaha untuk UMKM. “Ini langkah konkret. Bukan bagi-bagi sembako yang habis sehari, tapi kasih kail agar warga bisa mancing seumur hidup,” tambah Yuzar.
Ia mengingatkan seluruh BUMD di Kampar agar tidak hanya berorientasi profit. “Perusahaan daerah hadir bukan cuma untuk neraca keuangan, tapi untuk neraca kesejahteraan rakyat,” katanya. Sektor kesehatan juga jadi perhatian lewat sunat massal bagi warga kurang mampu.
Sinergi Jadi Kunci Ekonomi Berkeadilan
Dua langkah ini menunjukkan pola yang sama: Pemkab Kampar menjadikan BUMD sebagai mitra strategis, bukan sekadar menara gading. Dari urusan pangan hingga penguatan UMKM, kolaborasi diarahkan agar manfaatnya dirasakan luas dan berkelanjutan.
Baik lewat stabilisasi harga bersama PT Riau Pangan Bertuah, maupun dorongan CSR produktif bersama PT RPM, tujuannya satu: ekonomi Kampar yang berkeadilan. Petani sejahtera, emak-emak bisa belanja tenang, UMKM naik kelas, dan warga sehat.
Pemkab Kampar akan terus mengawal agar setiap program BUMD tepat sasaran demi kualitas hidup warga yang lebih baik.
Adv




Tulis Komentar