Media Detak Fakta Putar Balik Kan Fakta, Narasi Pasang Iklan Media Di Giring Menjadi Pemerasan
PEKANBARU, seputarriau.co - Kemunduran bagi profesi jurnalis, sikap etitud dan etika jurnalis yang melakukan sikap yang memutar balikkan fakta, menggiring opini publik ke arah yang berbeda dari objek pembicaraan yang bertujuan untuk pembunuhan karakter terhadap pekerja jurnalis dapat terwujud.
Menyikapi pemberitaan dari media detak fakta, sabtu ( 13/12/2025 ) berjudul " sindikat pemerasan media terungkap", yang di rilis oleh oknum pemimpin redaksi media detak fakta ( ahmadi ), berdasarkan data yang ada ( rekaman suara dan cetingan wa ), narasi yang di bangun oleh ahmadi terasa sangat di paksakan dan lari dari objek pembicaraan.
Prilaku yang telah jauh lari dari kode etik jurnalis, melakukan penulisan berita semaunya saja tanpa ada nara sumber serta menggiring opini publik seakan ahmadi adalah pihak yang di hubungi oleh media morality news dan melakukan negosiasi terhadap pemberitaan yang di rilis media morality news berjudul "Satu Bulan Disorot Media, SPBU No 14 288 6101 Bukit Timah Kembali Bermain Dengan Kelompok Pelangsir.
Percakapan di aplikasi whasapp antara ahmadi dengan penulis, ahmadi menanyakan take done pemberitaan, dan penulis menegaskan jika takedone berita tidak bisa, yang bisa itu pemasangan iklan. Lalu ahmadi ( ngakunya bernama safe ) menanyakan biaya pembuatan iklan, penulis (E) menjawab " untuk biaya iklan di kantor jakarta itu sesuai kapasitas web media kita di angka 30gb /giga bite ( sesuai bukti cetingan Whasapp ).
Sikap tidak terpuji yang di lakukan oleh oknum pemimpin redaksi media detak fakta merupakan virus bagi insan pers, pemberitaan sepihak, tanpa ada nara sumber, berdasarkan opini pribadi, menggiring opini publik seakan apa yang di katakan ahmadi adalah sebuah kebenaran dan media yang lain salah.
Saat perbuatan tercela ini di sampaikan kepada seorang pemerhati dan pegiat hukum, aktivis pemerhati kinerja aparatur negara, Arman , minggu ( 14/12/2025) kepada awak media ini menyampaikan analisa nya dan mengatakan, " sangat memalukan, penulisan berita itu haruslah memenuhi unsur 5W + 1 H. berita yang di bangun oleh media detak fakta jika saya analisa ini merupakan penggiringan opini publik yang menyesatkan, ujar Arman
Arman lalu menegaskan, " jika di biarkan ini merupakan bibit-bibit virus bagi insan pers, terbaca sangat kuat kepentingan pribadi si penulis untuk menjastik objek pemberitaan dan penulis di media morality news, tegas Arman.
Lalu Arman menyampaikan, " masyarakat saat ini sudah cerdas, menilai kualitas dari satu tulisan di media online dan media sosial lainnya. harapan saya kepada penulis di media detak fakta, jangan memaksakan diri atas sesuatu kejahatan yang kita duga mereka lindungi/ backup, imbuhnya.
Dewi/rls




Tulis Komentar