11 Perguruan Tinggi Akan Melakukan Upaya Penanganan Restorasi Gambut di Riau.
PEKANBARU, seputarriau.co - Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama 11 Perguruan Tinggi akan melakukan aksi dalam upaya melakukan Restorasi Gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti provinsi Riau. Aksi tersebut akan dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2016.
Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Riau (UR), Aras Mulyadi pada saat memberikan keterangan Pers kepada awak media di hotel Aryaduta jalan Diponegoro, selasa (31/5/2016).
Aras Mulyadi menjelaskan, ada 11 Perguruan Tinggi yang telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan MoU ini dilaksanakan untuk mewujudkan komitmen guna melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dalam menunjang Restorasi Gambut serta Pencegahan Kebakaran Lahan hutan dan Gambut.
Sebelas Universitas yang menandatangàni MoU tersebut yaitu, Universitas Cendrawasi, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Palangkaraya, Instutut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Riau, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sriwijaya, Universitas Tanjung Pura dan Universitas Gajah Mada.
"Sebelas Perguruan Tinggi telah berkomitmen dan akan menurunkan Mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam upaya penanganan Restorasi Gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti. Mahasiswa bersama Dosen pembimbingnya akan membantu memberikan bimbingan serta penyuluhan kepada Pemerintah daerah dan masyarakat untuk melaksanakan pengelolaan Gambut dengan maksimal," kata Rektor UR Aras Mulyadi
"Saya berharap nantinya masyarakat dapat merasakan program-progran yang akan dikakukan oleh Perguruan Tinggi bersama BRG," ujar Aras Mulyadi.
Turut hadir dalam jumpa Pers tersebut kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Profesor Mizuno dari Universitas Kyoto, Professor Osaki dari Universitas Hokaido Jepang, Tim ahli Gambut dari Kementrian Lingkungan dan Kehutanan (LHK) RI, Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG Harris Gunawan dan para pakar dari 8 Perguruan Tinggi Negeri.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan BRG dalam memulai Rencana Aksi Badan Restorasi Gambut di Kepulauan Meranti.
"Dengan program BRG ini diupayakan akhirnya dapat meningkatkan sosial ekonomi masyarakat dengan mengembalikan fungsi lahan Gambut tersebut, untuk ditanami komoditi aslinya yaitu sagu," kata Gubernur Riau yang kerab disapa Andi Rachman.
"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Riau berterimakasih kepada Badan Restorasi Gambut yang telah menunjuk provinsi Riau sebagai ujung tombak program Restorasi Gambut di Indonesia," kata Gubernur Riau.
Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead juga menjelaskan, sesuai amanat Presiden Jokowi Riau merupakan ujung tombak program kerja BRG karena Riau memiliki lahan Gambut yang tinggi dibandingkan provinsi lain di indonesia.
"Riau merupakan daerah yang penting, dari total 2 juta hektar yang diminta Presiden untuk direstorasi 930.000 hektar ada di provinsi Riau," ungkap Nazir.
Masih kata Nazir, Perguruan tinggi merupakan pusat ilmu pengetahuan dan teknologi yang banyak melahirkan terobosan. Perguruan Tinggi dapat memberikan mobilisasi yang besar dan memberikan pendapat publik dengan cara menurunkan mahasiswa untuk membantu program kerja Pemerintah.
Pada kesempatan ini kedatangan BRG ke provinsi Riau merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Jakarta sebelumnya. BRG mengajak para Tim ahli Restorasi Gambut dan pakar gambut dari 8 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Kedatangan para ahli ini untuk mendiskusikan program kerja BRG di provinsi Riau dalam membantu merencanakan program-program Pemerintah.
Sebelumnya (26/4/2016), Pemerintah Povinsi Riau bersama BRG telah merintis kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Institut Nasional untuk Humaniora (The National Institute of Humaniora) Jepang dalam pengembangan riset mendukung restorasi gambut.
Pemerintah provinsi Riau berkomitmen serius untuk dapat menjaga, memperbaiki serta mengelola lahan gambut di provinsi Riau sehingga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat melalui perkebunan sagu berikut produk turunannya.
Di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah yang difokuskan untuk restorasi lahan gambut di provinsi Riau, dimana dengan terbentuknya laboratorium Internasional Restorasi Rawa Gambut Tropis yang pertama dan satu-satunya ada di dunia.
(MN/ Humas Riau)




Tulis Komentar