Peletakan Batu Pertama Tol Pekanbaru-Dumai Gunakan Rencana ke Dua
Foto : Masperi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Riau (Copyright int)
PEKANBARU, seputarriau.co - Rencana pelatakan batu pertama (Groundbreaking) dalam pembuatan jalan Tol Pekanbaru-Dumai, sepertinya tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana awal. Hal tersebut kemungkinan tidak akan berjalan dikarenakan melihat situasi dan kondisi cuaca yang terjadi di Provinsi Riau saat ini.
Menurut Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Riau, Masperi, pelaksanaan yang kini dibebankan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, hingga saat ini masih berjalan dengan sesuai rencana. Namun melihat kondisi cuaca saat ini yang tidak bisa di tebak, tidak memungkinkan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk tetap berharap pada rencana awal.
"Itu merupakan rencana awal. Jika rencana awal ini bisa berjalan maka disitu akan dilakukan seremoni peletakan batu pertamanya. Namun jika melihat kondisi cuaca saat ini, kemungkinan besar kita akan menggunakan rencana B," jelas Masperi.
Melitah dari hasil pembahasan sebelumnya, rencana alternatif memang telah disusun mengingat jika terjadi hanbatan. Disamping itu, nantinya jika pembangunan jalan menuju pintu masuk tidak juga terselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, maka kemungkinan besar akses pintu masuk presiden akan melalui jalan di samping Kantor Lurah Muara Fajar.
"Jika nantinya kondisi terjadi seperti ini, maka rencana kedua akan langsung kami gunakan. Hingga saat ini masih dalam on schedule," ucapnya.
Masperi menambahkan sebelumnya, bahwa hasil tinjauan ke lokasi, ada beberapa titik di jalur menuju pintu masuk tol itu yang tidak layak untuk dilewati kendaraan Preesiden RI. Misalnya tingkat kecuraman jalan yang dianggap akan terlalu beresiko.
Sedikitnya ada terdapat 1,5 kilo meter jalan yang harus diselesaikan hingga menuju ke pintu masuk. Plt Gunernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) menegaskan proses pengerjaan jalan tersebut harus diselesaikan oleh Pemko Pekanbaru. Sementara Pemprov Riau berharap proses pembangunan jalan tersebut selesai paling lambat bulan Mei 2016 ini.
"Kita menginginkan hasil yang maksimal, jika bisa cepat kenapa tidak," tutupnya.
(IS/brt)




Tulis Komentar