Dumai-pelajar titipan’ masih menjadi perbincangan hangat masyarakat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Juli mendatang. Sebab, pelajar titipan yang bukan hal baru di dunia pendidikan termasuk di Kota Dumai, ini biasanya dilakukan oknum tertentu. Biasanya dilakukan oknum yang memiliki jabatan tertentu di sebuah instansi pemerintah, agar dapat menempatkan anaknya atau kerabatnya diterima di sekolah negeri yang diinginkan meskipun tak memenuhi syarat.
Bahkan, untuk mengakomodir pelajar tersebut, pihak sekolah harus menambah Ruang Kelas Belajar (RKB) sebagai alasan agar pelajar tersebut diterima. Sejumlah kalangan, termasuk orangtua pelajar tidak menampik adanya praktik titip menitip pelajar seperti itu. Karena, praktik tersebut sudah terjadi sejak lama dan seakan menjadi tradisi.
Berdasarkan keputusan Wali Kota Dumai tentang penunjukan Zonasi penerimaan peserta didik baru tingkat sekolah menengah pertama negeri kota Dumai tahun 2019/2020.no:471/DISDIKBUD/2019.Sudah ditetapkan setiap sekolah menengah pertama untuk jumlah lokal penerimaan murid baru.Namun keputusan wali kota Dumai ini ada juga yang tidak mengindahkan , masih ada sekolah negeri yang membuka RKB yang mana didalam ketetapan itu hanya boleh 4 lokal /kelas tapi ditambah menjadi 6 lokal /kelas.
Menurut keterangan salah satu ketua Panitia PPDB disalah satu SMP di Kota Dumai sebagai panitia penerimaan murid baru sampai 8 lokal secara keseluruhan,berarti ada 4 lokal yang ditambah.
Ia mengakui penambahan itu karena ada desakan masyarakat sekitar sekolah dan sudah disetujui oleh Dinas pendidikan kota Dumai.Saat dikonfirmasi diruang kerjanya tgl 18 juli 2019.
Untuk memperoleh informasi dan konfirmasi, pihak wartawan kesulitan ingin mendapat keterangan kepala sekolah SMPN tersebut dengan alasan sakit dari keterangan majelis guru.
Untuk konfirmasi berita yang berimbang wartawan seputar Riau meminta penjelasan pada tgl 19 juli 2019 yang disambut, bagian kesiswaan, dalam keterangannya mengakui adanya penambahan lokal dan jumlah murid dan tidak dapat jawaban yang lain menurutnya bukan bidang yang diamanahkan.
Agar berita ini seimbang liputan kami dari pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta menjelaskan sekolahnya masih banyak kekurangan murid bahkan turun drastis.
Kebijakan penambahan kelas pada salah satu SMP Negeri di Dumai pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini berdampak keras pada sejumlah SMP swasta di zonasi itu. Harapan sejumlah SMP swasta untuk mendapatkan murid pupus lantaran murid yang sebelumnya diproyeksikan tercecer tertampung di SMP Negeri.
Bila sekolah swasta dituntut untuk berbenah dan meningkatkan prestasi, tidak dapat dipungkiri semua bergantung dari input. Meskipun sekolah juga dibantu dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), belum menjamin. “Dengan jumlah murid sedikit seperti ini misalnya. Jelas salah dari guru SMP swasta di Dumai.(GN).