Pekanbaru, seputarriau.co – Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Widya Kesturi Kelurahan Binawidya terus menggalakkan edukasi pengelolaan limbah pempers dan pembalut kepada masyarakat. Sabtu (18/4/2026), kegiatan sosialisasi digelar bertepatan dengan Posyandu RW 10 di Perumahan Cendrawasih, Kelurahan Binawidya. Sasaran utama edukasi ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita pengguna aktif pempers serta kaum manula. Pasalnya, limbah pempers termasuk sampah non-organik yang kerap menjadi persoalan di lingkungan perumahan.
“Limbah pempers bisa menimbulkan bau menyengat bila tidak dikemas dengan baik. Kalau dicampur dengan sampah organik, rawan dikais kucing atau anjing sehingga berserakan. Tidak jarang ini memicu perdebatan antar tetangga karena ceceran dan aroma yang ditimbulkan,” terang pengurus LPS Widya Kesturi.
Untuk menjawab persoalan tersebut, LPS Widya Kesturi menetapkan program edukasi dan sosialisasi ini sebagai agenda rutin bulanan. Setiap bulan, tim LPS akan turun ke kegiatan Posyandu di masing-masing RW se-Kelurahan Binawidya untuk memberikan pemahaman cara memilah, mengemas, dan membuang limbah pempers dengan benar. Tak hanya edukasi, LPS Widya Kesturi juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp500.000 setiap bulan kepada pengurus Posyandu. Dana tersebut bersumber dari kas pendapatan LPS dan diharapkan dapat mendukung operasional Posyandu.
Kegiatan di RW 10 ini turut dihadiri Kepala Puskesmas Simpang Baru, Lurah Binawidya, Babinsa Binawidya, Bhabinkamtibmas Binawidya, Ketua LPM, Ketua Karang Taruna, Ketua RW & RT, serta tokoh masyarakat. Dukungan lintas sektor ini menjadi bukti keseriusan Kelurahan Binawidya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan rukun.
Melalui edukasi berkelanjutan, warga diharapkan makin disiplin memilah sampah sejak dari rumah sehingga potensi konflik akibat limbah pempers dapat dicegah.