Dumai- Kabut Asal yang melanda kota Dumai beberapa hari terakhir ini membuat resah semua kalangam.Senada dengan analis BMKG Pekanbaru, Jusman menyebut kebakaran lahan di Pulau Rupat dan Dumai dalam sepekan terakhir sebagai sumber kabut asap.
Suhu udara terus meningkat akibat luas lahan yang terbakar semakin luas. Kebakaran hutan dan lahan di Riau semakin meningkat. Sampai hari ini terparah terjadi di Kabupaten Rohil, disusul Kabupaten Bengkalis dan Dumai.
"Di Pulau Rupat kebakaran masih besar, dengan luas (area terbakar) 70 hektare. Di Dumai sekitar 10 hektare, menyebar di beberapa titik," katanya.
Ia menambahkan saat ini Kota Dumai sangat panas, dan hujan dalam hampir sebulan terakhir tidak turun, sehingga risiko kejadian kebakaran lahan dan hutan meningkat.
"Kami terus berupaya melakukan pemadaman, dan terus berdoa agar terjadi hujan agar kabut asap dapat hilang," katanya.
BMKG pada Rabu mendeteksi 49 titik panas indikasi kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau, tersebar di Kabupaten Bengkalis (34), Kota Dumai (sembilan titik), Kabupaten Kepulauan Meranti (empat), dan Kabupaten Indragiri Hilir(GN).