DURI, seputarriau.co - Meneropong pelajar dan mahasiswa Provinsi Riau yang berada di luar daerah dan erat hubungannya dengan aspirasi politiknya di pesta demokrasi rakyat di nilai tak berjalan atau terancam tidak memilih.
Salah satu anggota Keluarga Alumni Pelajar dan Mahasiswa Riau Yogyakarta (Kapemary) Tim Boy Anas, Kamis (14/12/2017) kepada Posmetro Mandau ungkapkan rasa prihatinnya.
"Ini di dasari tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik di mana setiap daerah yang akan melakukan pesta demokrasi rakyat.Termasuk Provinsi Riau kemudian timbul pertanyaan bagaimana dengan para pelajar dan mahasiswa yang menjadi Daftar Pemilihan Tetap (DPT) namun tidak bisa menyalurkan hak suaranya.Suara mereka di kemanakan?,"Urainya bertanya.
Dijelaskan juga periode tahun 2014 jumlah mahasiswa Riau di Yogjakarta berdasarkan data dari Disdikpora DIY di bulan September 2014 berjumlah 14.221 orang dan di perkirakan tahun 2017 meningkat menjadi 18.000. Mau dikemanakan suara mereka yang cukup banyak itu.
Dari data acak saja di ketahui untuk mahasiswa Kabupaten Bengkalis kuliah daerah Ibukota Provinsi Riau Pekanbaru saja mungkin ada ribuan.
"Surat undangan pemilih atau lebih di kenal dengan C6 akan datang ke rumah mahasiswa di daerah masing-masing. Mereka yang lagi berjuang keras dalam mencari pendidikan di daerah orang akan di anggap Golput atau surat suara hak mereka bisa disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab nantinya,"tambahnya.
Bahkan Tim Boy sebutkan juga apakah mereka mau membiayai diri mereka sendiri untuk pulang ke kampung halamannya cuma untuk nyoblos dan jawabannya jelas sangat tidak mungkin.
"Saya harapkan ada solusi dari para pihak-pihak terkait dalam hal ini apa di adakan TPS luar daerah, seperti konsep yang ada dan dilaksanakan TPS luar negeri saat Pilpres.Riau sendiri memiliki seperti kedutaan di luar daerah,seperti di Yogjakarta ada Aspura dan Aspuri ( asrama putra dan putri Riau ),yang biayanya bersumber dari APBD Riau sendiri.Bahkan data itu bisa di ambil dari Kesbangpol,"urainya.
Tentunya, Sebagai alumni Jogyakarta Tim Boy Anas yang saat ini berkarir di Riau sangat ingin dan berharap pemerintah bisa akomodir kepentingan generasi muda yang juga cara praktis untuk mendidik politik warga pelajar dan mahasiswa untuk bisa menyalurkan hak pilihnya bahkan turut serta memberikan suaranya.
"Jangan jadikan atau biarkan mereka menjadi GOLPUT lagi.
rangkul seperti contohnya persatuan anak Riau yang menimba ilmu di rantau orang salah statusnya Kapemary ( Keluarga Alumni Pelajar Mahasiswa Riau yogyakarta) dan komunitas mahasiswa kedaerahan lain yg ada di daerah lain.Semoga menjadi masukan bagi pengambil keputusan di bumi lancang kuning,"harap Tim Boy yang pernah menjabat Presiden Kampus di tanah jawa.
(DEW)
Riau
Mahasiswa Riau Terancam Golput
Baca Juga
- Kemenkes RI, Harusnya Cukup 8 Jam Hasil Lab Tes PCR !
- BPPOM Pekanbaru Gelar Bimtek CPPOB untuk Para Pelaku Usaha UMKM
- Ketua Pemuda Milenial, Tuding Kajari Pekanbaru, Teguh Wibowo, Tidak Bernyali Bongkar Korupsi Sekwan
- Pemerintah Daerah Kecamatan Mandau Gelar Rapat Persiapan HUT TNI ke 77
- Bunda Azlaini Agus Ajak Tokoh Masyarakat dan Agama Riau Tolak Kehadiran JP JOKER PUB
- Jelang Lebaran, Rumah Sakit Awal Bros Dumai Menyalurkan Zakat Untuk 1700 Masyarakat.
Terpopuler
- Makin Lengkap! RSUD dr. Suhatman Hadirkan Layanan Jantung dan Ortopedi
- Aniaya Istri Gegara Emosi Tak Terbendung, Akhirnya Sipelaku Berakhir Dibalik Jeruji Besi
- Yung Sanusi Apresiasi Kinerja Kapolres Bengkalis Dalam Pemberantasan Narkotika
- Gerak Cepat Polisi Mandau Tangkap Dua Pelaku Sabu, Satu Bandar Masuk DPO
- Terkait Banyaknya Penangkapan Narkotika, Kades Muara Basung Apresiasi Kinerja Polres Bengkalis