Dumai, Seputarriau.co – Keterbatasan sarana belajar kembali mencuat di Kota Dumai. Siswa SD Negeri 022 Dumai Timur masih menggunakan kursi plastik dan harus menjalani sistem tiga sif karena kekurangan ruang kelas.
Temuan ini didapat Media Seputar Riau saat berkunjung ke SDN 022 yang berlokasi di Jalan Teladan, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur. Di salah satu ruang kelas, siswa terlihat mengikuti pelajaran dengan duduk di kursi plastik.
Kepala SDN 022 Dumai Timur, Tri Santoso, membenarkan kondisi tersebut saat ditemui Rabu, 10 Juni 2026. Menurutnya, sebagian kursi kayu memang rusak dan kini diperbaiki secara bertahap. Dinas Pendidikan juga sudah turun langsung mengecek kondisi meja, kursi, dan bangunan sekolah.
“Kursi yang rusak sudah ada yang diperbaiki. Dinas Pendidikan sudah kontrol ke ruangan dan cek kebutuhan bersama pihak terkait,” ujar Tri.
Persoalan utama sekolah ini adalah keterbatasan ruang kelas. Dengan 24 rombongan belajar dan sekitar 600 siswa, SDN 022 idealnya memiliki 24 ruang kelas. Faktanya, sekolah hanya punya 13 ruang kelas. Akibatnya, siswa harus belajar dalam tiga sif: pagi, siang, hingga sore.
“Kami sudah ajukan proposal revitalisasi ke Dinas Pendidikan. Harapannya bisa diakomodir pemerintah agar pembelajaran cukup satu sif sesuai anjuran,” kata Tri.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Dumai H. Paisal mengapresiasi perhatian media terhadap dunia pendidikan. Ia menyebut Pemko Dumai kini tengah mendata ulang kebutuhan sarana pendidikan SD dan SMP se-Kota Dumai, mulai dari meja, kursi, ruang kelas, hingga toilet.
“Meski APBD terbatas, kami optimis. Saat ini kami data kebutuhan mobiler yang masih diperlukan sekolah,” ujar Paisal.
Pendataan melibatkan bidang PAUD, SD, SMP, serta pihak sekolah agar data akurat. Paisal menargetkan pendataan rampung Oktober 2026 sebelum masuk tahap penganggaran.
“Target kami tahun depan minimal 80 persen kebutuhan mobiler dan perbaikan sekolah selesai. Kami juga sudah sampaikan ke Ditjen di kementerian dan responsnya baik. Lewat data Dapodik, kami harap ada bantuan APBN untuk dukung APBD,” jelasnya.
Pemko Dumai berharap perbaikan dapat dilakukan bertahap agar seluruh siswa bisa belajar dengan fasilitas yang lebih layak dan nyaman.
Laporan: Eva