PEKANBARU, seputarriau.co - Semenjak beralihnya sistim penyaluran beras bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu mulai Februari 2017, ternyata berpegaruh terhadap waktu realisasi bagi penerima atau KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Kota Pekanbaru. Hingga per September 2017 ini, baru terealisasi atau tersalurkan sekitar 65%.
Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru, Chairani, S.STP, M.Si melalui Kepala Seksi Kebudayaan Sosial/Keluarga Miskin, Haeriani saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (02/10). Menurutnya, ada beberapa hal yamg mendasar terjadi perubahan sistim penyaluran beras bersubsidi ini. Pertamua mengenai nama, sebelumnya dikenal dengan sebutan Raskin (beras miskin). Sekarang Rastra (beras sejahtera).
Kemudian mengenai masalah unit kerja yang melakukan penyaluran, dimana sebelumnya dikelola oleh pihak Kelurahan, sekarang beralih yang ditangani langsung oleh Dinas Sosiak dan Pemakaman. Begitu juga dengan sistimnya, dulu manual dengan datang ke kantor Kelurahan masing-masing untuk mengambil bagi KPM. Namun sekarang tidak lagi yang sudah betalih pada sistim ekektronik.
"Jadi sekarang sistim elektronik persis seperti kartu ATM. Dimana KPM diberi kartu yang bekerja sama dengan Bank BRI mencetaknya. Nantinya KPM untuk mengambil rastra cukup melakukan gesekan pada e-warong (elektronik warung gotong roying, red) yang telah ditunjuk dan dipersiapkan. Bisa juga oada Rumah Pangan Kita (RPK) langsung dikeloka Bulog," jelasnya memberikan pengertian.
Jadi dengan peralihan sistim penyaluran ini memerlukan waktu dalam penyaluran. Untuk saat ini masih dalam tahab proses persiapan, seperti ada yang masuh menunggu nama KPM yang turun dari Pusat, proses pencetakan kartu dan lainnya. "Jadi sangat memerlukan waktu, tapi sudah ada yang disalurkan yang saat ini sudah terealisasi sekitar 65%. Bagi KPM yang belum dapat untuk bersabar, karena ini bertahab, dalam wsktu dekat akan turun namanya," jelasnya lagi berharab.
Disampaikan juga, jumlah KPM di Kota Pekanbaru berjumlah 20. 467 KK. Penyaluran akan dilayami oleh 24 unit e-warong plus RPK yang sudah dipersiapkan Bulog. Dimana setiap KPM akan mendapatkan dana berupa voucher dlsenilai Rp 110.000,-. Dengan menggesek kartu yang dimiliki, KPM akan mendapatkan betas 10Kg pkus gula tiap bulannya. "Kedepan ini akan dikembangkan, tidak hanya beras dan gula yang akan didapat okeh KPM. Tapi juga kebutuhan pokok lain seperti telur, minyak makan dan lainnya," jelasnya juga.
Ditambahkan, bagi KPM yang belum msnerina 'jatahnya' jangan takut. Begitu kartu keluar, bisa menggesek dengan mendapatkan semua bulan yang belun diterimanya atau dirapel sebanyak berapa bulan yang belum diterima. "Jadi jangan cemas, sabar dulu bagi yang belum dapat. Ini lagi proses yang turunnya bertahab dari Pusat," katanya
Riau
Penyaluran Rastra di Pekanbaru Baru Mencapai 65 Persen
Baca Juga
- 10 Atlit Forgasi Riau Ikut Berlaga Fornas IV di Sumsel
- Sertu Ristiyo: Jangan Abai Dengan Kesehatan,Tetap Siaga C-19 Sesuai Prokes
- Di Depan Warga Cipta Karya, Pj Wali Pekanbaru Sampaikan Program Bertani untuk Kurangi Pengangguran
- Kasus KUR BNI Bangkinang, PH Sebut Terdakwa Hanya Jalankan Perintah Atasan
- Bupati Zukri Hadiri AcaraToyota Fortuner Club Of Indonesia Chapter Riau Di Pangkalan Kerinci
- Gerak Cepat Atasi Antrean BBM, Komisi II DPRD Pekanbaru Panggil Pertamina antisipasi Lonjakan
Terpopuler
- Kapolres Dumai Pimpin Sertijab Kasat Lantas dan Lepas Lima Personel Purnabakti
- WARGA TAPUNG HILIR ANCAM DEMO KANTOR KUA, BIAYA NIKAH DAN BIMWIN JADI SOROTAN
- Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau Wisuda 255 Orang.
- POLEMIK KUA TAPUNG HILIR! PENGHULU AHMAD NUR ISLAMI DISEBUT TAK DIFUNGSIKAN, STATUS NOTA DINAS JADI
- KH Muhammad Mursyid Ungkap Pesan Berharga KH Syukron Ma’mun: “Berjasalah, Jangan Minta Jasa