PEKANBARU, seputarriau.co - Ustadz Abdul Somad LC MA klarifikasi pemberitaan di sosial media dan twiter yang memojokkan ceramahnya tendensius, anti kebhinekaan dan membahayakan NKRI.
"Adanya Pemberitaan Miring tentang Ceramah saya di Sosial Media yang memberitakan bahwa saya telah dilaporkan ke polisi oleh LSM penjaga kebhinekaan karena dianggap provokatif. Tapi dia tidak menyebutkan ceramahnya yang mana? Kontennya apa, di menit keberapa, kalimatnya apa ? Sehingga jadi sesuatu yang buyar dan fitnah," ungkap Ustad Somad Kepada seputarriau.co di Mesjid DPRD Riau Daarul Abrar usai memberikan Tausiyah Pembukaan MTQ DPRD Riau
Dipaparkan lebih jelas oleh ustad kondang ini, "Jangannlah ini menjadi isu di tengah masyarakat", ustadz Abdul Somad langsung mengklarifikasi bahwa Sosial media tersebut tidak pernah menghubungi ke dirinya secara langsung.
"Tapi diceritakan dalam Sosial Media seolah-olah mereka pernah datang, melarang, tapi saya melawan. Nah itu ngarang cerita," katanya.
"Jika memang dalam ceramah saya ada yang memojokkan, maka bisa dicheck disetiap ceramah saya yang di rekam dan di upload di website", Ujar Pria yang menamatkan S1 di Al-Azhar, Mesir, dan S2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute Maroko ini.
Ustad Somat sampaikan adanya saat ini dukungan yang datang dari beberapa Ustad , Ormas dan LSM serta Advokad untuk membantu klarifikasi Fitnah yang dilayangkan kepadanya. Seperti dari LAM Riau, Persatuan Pengacara Muslim Riau, FPI Riau, dan beberapa pihak lainnya. Ustadz Abdul Somad mengucapkan terimakasih atas dukungan yang mengalir terhadapnya.
Ia meminta ke depan pemerintah perlu menertibkan website-website penyebar hoax.
Ditanya mengenai langkah yang akan ditempuh, ustadz Abdul Somad mengatakan ia hanya menunggu. Belum ada melakukan langkah apa pun.