Riau

Generasi Muda Diajak Wujudkan Bela Negara Melalui Tindakan Nyata

Pekanbaru, seputarriau.co - Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya bela negara, mahasiswi universitas Muhammadiyah Riau yang terdiri dari Afni Natasya, Domi May Gebena, Elza Diaana Putri, dan Fitri Qurdasih menyampaikan materi bertema “Generasi Muda Cinta Tanah Air, Wujudkan Bela Negara dalam Tindakan Nyata”.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya bela negara sebagai tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk kalangan pelajar dan generasi muda. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa bela negara merupakan sikap, tekad, dan perilaku warga negara dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.  

Selain menjelaskan pengertian bela negara, pemateri juga menekankan empat nilai utama yang harus dimiliki setiap warga negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, serta sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan berjiwa nasionalis.  

Dalam kehidupan sehari-hari, implementasi bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana namun bermakna. Bagi pelajar, bentuk bela negara dapat dilakukan dengan belajar secara sungguh-sungguh, mematuhi aturan sekolah, menghormati guru dan sesama siswa, serta aktif dalam kegiatan positif yang mendukung pengembangan diri dan lingkungan sekitar.  

Materi yang disampaikan juga mengingatkan peserta mengenai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, seperti penyalahgunaan narkoba, pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa, serta maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.  

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami bahwa bela negara tidak selalu identik dengan aktivitas militer. Sebaliknya, bela negara dapat diwujudkan melalui kontribusi positif di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, maupun ruang digital. Dengan menanamkan semangat nasionalisme sejak dini, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air serta mengamalkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya dalam menjaga persatuan, integritas, dan semangat kebangsaan.

“Bela negara dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan dimulai sejak sekarang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.”