KEMUNING, seputarriau.co - Maraknya bahan bakar minyak (BBM) Oplosan asal palembang menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat kecamatan kemuning. Pasalnya, BBM oplosan yang terdiri dari solar dan minyak tanah tersebut merupakan hasil sulingan yang sangat diragukan kualitasnya.
Harganya pun sangat relatif murah dan sangat menguntungkan jauh dibawah harga bahan bakar minyak yang diproduksi dan dipasarkan oleh PT. Pertamina, ini yang membuat beberapa orang agen di kemuning menjalankan bisnis minyak oplosan ini.
Namun tragisnya, minyak yang sering disebut kecruk ini jika digunakan akan mengakibatkan kerusakan pada kendaraan. Selain itu, para agen minyak oplosan ini tidak memiliki izin usaha dan izin edar, sehingga pada penggunaanya tidak diketahui siapa penanggungjawab jika sesuatu hal terjadi.
Hal ini yang membuat masyarakat sekitar resah, warga mengklaim bahwa minyak oplosan tersebut bisa mengakibatkan kebakaran apalagi jika para agen menampung minyak tersebut disebuah gudang yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Setelah ditelusuri, ternyata ada beberapa titik yang diketahui sebagai agen minyak ilegal yang dimaksud antara lain warga dusun sidomulyo yang bernama Hendra. Selain itu nama Yetno juga yang merupakan warga dusun leboy tak luput disebut-sebut warga sebagai agen minyak oplosan.
Yang kami kenal nama agen nya Hendra bang warga sini juga, sering kami melihat motor mondar-mandir ke gudangnya melansir minyak kecruk itu, tutur warga yang tidak ingin namanya disebut, selasa 14/2/17.
Ada lagi bang, namanya Yetno warga dusun leboy, tak jauh dari sini rumahnya, dia agen minyak oplosan juga, ujar warga lain menyambut.
Lebih lanjut warga itu mengatakan, kami resah bang, kami khawatir jika minyak itu dipasarkan disini, bisa rusak kendaraan kami bang, pungkasnya.
Hingg berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari hendra dan yetno lantaran ketika awak media mendatangi rumah yang dimaksud, keduanya tidak berada di rumah. (Tim/AH).