PEKANBARU, seputarriau.co - Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Provinsi Riau dalam rangka menggelar rapat koordinasi, supervisi pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi di Riau ini, langsung disambut oleh massa aksi mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) dengan membawa spanduk bertuliskan 'Bapak ibu wakil rakyat, KPK, tolong selamatkan kami dari koruptor, asap dan perusahaan yang menggrogoti Migas Riau', Rabu (13/04/2016).
Muhammad Fauzi salah seorang mahasiswa dari aksi tersebut yang mengaku dari BEM UR terkapar tak berdaya setelah mendapatkan serang bertubi-tubi dari pihak pengamanan acara rapat koordinasi KPK yang tengah berlangsung di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau.
"Kita mendesak pimpinan KPK dan penegak hukum untuk menindak mafia migas yang ada di Riau," ungkap Muhammad Fauzi yang digelandang ke pos usai dihajar dan mendapat perlakuan semena-mena dari protokoler acara dan sejumlah anggota Satpol PP yang bertugas.
Dari kronologi kejadian, Fauzi yang mencoba menyusup masuk dengan tujuan hendak mencoba untuk membentangkan spanduk aspirasi rakyat di hadapan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Belum sempat membuka spanduk aspirasi rakyat tersebut, pihak protokoler dan Satpol PP dengan sigap mengamankan Fauzi, diseret dan dihajar hingga keluar gedung. Memang perlakuan tersebut pantas diterimanya karena tidak ada melakukan koordinasi terlebih dahulu dalam menyampaikan aspirasinya.
Selain Fauzi ada dua orang rekannya yang ikut terlibat dalam rencana tersebut yaitu Faizal Indra Rangkuti, dan Triandi Biman Khalis, yang mana mereka juga merupakan mahasiswa dari BEM UR.
Setelah mendapatkan pukulan, Fauzi langsung dibawa kedalam pos Satpol PP untuk diamankan dengan seorang rekannya yang sama-sama menggunakan almamater UR.
(IS)