Riau

Pusat Integrasi Keilmuan LPPM UIN Suska Taja Pelatihan RPS Integrasi

Pekanbaru, seputarriau.co  - Pusat Integrasi Sains dan Islam, LPPM UIN Suska Riau selama enam hari menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Integrasi berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen di lingkungan UIN Suska Riau sebanyak 140 orang yang dibagi menjadi tiga angkatan, mulai dari tanggal 7-8, 9-10, dan 15-16 September 2026 dengan menghadirkan narasumber dari Tim Integrasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum.,MA, Dr. Imam Iqbal, M.S.I, dan Roni Ismail, M.S.I.

Kepala Pusat Integrasi Sains dan Islam, LPPM UIN Suska Riau, Dr. Irwandra, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa peralihan status IAIN ke UIN Sultan Syarif Kasim Riau pada tahun 2005 sesungguhnya dilatarbelakangi dari pemahaman dan ide dasar bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini meniscayakan adanya pendekatan multidisipliner dan transdisipliner, yang tidak lagi menempatkan ilmu secara terpisah dan vis a vis, atau dalam istilah yang sering digunakan dikotomi ilmu, ilmu agama di satu sisi, dan ilmu umum pada sisi lainnya.

Banyak persoalan dan peristiwa kehidupan hari ini tidak lagi bisa didekati dan diselesaikan dengan dan melalui satu disiplin ilmu (monodisiplin), melainkan membutuhkan banyak perspektif. Untuk itu lah peralihan status IAIN ke UIN menjadi teramat penting dan strategis dengan mengusung paradigma integrasi keilmuan, ujar Irwandra.

Selama ini, pandangan dan diskusi terkait integrasi keilmuan hanya bersifat diskursif semata, belum sampai ke tahap bagaimana mengimplementasikan paradigma integrasi keilmuan ke dalam proses pembelajaran. Pusat Integrasi Sains dan Islam sebagai salah satu unit kerja di lingkungan UIN Suska Riau berikhtiar untuk mengisi kekosongan metodologis yang selama ini terjadi, karena sejak peralihan status tersebut belum pernah dilakukan secara serius dan sistematis kegiatan yang memfasilitasi para dosen untuk menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) integratif.

Di akhir sambutannya, Kapus Integrasi Sains dan Islam mengajak para peserta untuk kembali ke khittah awal peralihan status IAIN ke UIN Suska Riau, yaitu integrasi keilmuan. Paradigma inilah yang menjadi penciri atau pembeda keberadaan dan peran UIN Suska dari kampus negeri atau swasta lainnya.

Pada bagian lain, Ketua LPPM UIN Suska Riau, Dr. Jamaluddin, M.Us memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Pelatihan RPS Integrasi. Kegiatan ini penting karena integrasi keilmuan merupakan kekhasan UIN Suska Riau dari kampus-kampus lain yang ada di Riau. Ketua LPPM berharap, ke depan secara bertahap dikotomi ilmu yang selama ini menjadi problem dapat dijembatani melalui program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh Pusat Integrasi Sains dan Islam.

Narasumber Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum.,MA, maupun Dr. Imam Iqbal, M.S.I di dalam pemarannya menyampaikan, bahwa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kegiatan Integrasi Keilmuan yang menjadi paradigma keilmuan kampus UIN se-Indonesia, kegiatan pelatihan penyusunan RPS Integrasi belum pernah dilakukan. Gagasan besar tentang integrasi keilmuan selama ini masih dalam level diskursif, belum sampai ke tahap pembuatan RPS Integrasi. Ini berarti bahwa, Pusat Integrasi Sains dan Islam, UIN Suska Riau menjadi kampus pertama yang sudah sampai ke level teknis, yaitu penyusunan RPS Integrasi.

Perguruan Tinggi saat ini, khususnya PTKIN, terlena dan berfokus hanya pada bagaimana penyusunan dan penerapan RPS Outcome Based Education (OBE), tapi lupa bahwa UIN sejak awalnya memiliki dan mengusung paradigma integrasi keilmuan. RPS OBE lanjut Iqbal, sudah banyak dikritik oleh berbagai kalangan karena dianggap terlalu “mekanis-positivistik” dan berorientasi pasar (industri). Kehadiran UIN melalui paradigma integrasi keilmuan diharapkan berkemampuan memberikan corak dan nilai lebih pada RPS OBE. Atau dalam istilah lain, paradigma integrasi keilmuan menjadi “ruh” bagi pendalaman dan pengembangan RPS OBE.