Pekanbaru, seputarriau.co - Kepala Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau-Kepri, Dr. H. Nofriadi, M.Kes, membuka secara resmi Seminar Nasional di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau, Rabu (7/4/2026). Seminar Nasional ini bertemakan "Pengembangan Alam untuk Pengobatan Modern dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Global" dan diikuti oleh 10 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Universitas Riau, Prof. Dr. Mashadi, M.Si, yang diwakili oleh Prof. Dr. Mashadi, M.Si, menekankan bahwa keberhasilan sebuah Perguruan Tinggi tidak hanya dilihat dari senioritas tenaga akademisnya, tetapi juga dari segi hasil penelitian-penelitiannya dan hasil penelitian tersebut dipublikasikan, sehingga bermanfaat bagi masyarakat. "Penelitian yang berkualitas dan dipublikasikan dapat meningkatkan reputasi institusi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ketua STIFAR Riau, Dr. apt. Enda Mora, M.Farm, mengharapkan agar peserta seminar dapat mengikuti dengan serius dan fokus, sehingga manfaat ilmu yang didapat dapat maksimal dan berdayaguna bagi pribadi peserta maupun institusi. "Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peneliti dan akademisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan obat-obatan modern," tambah Enda.
Dr. apt. Enda Mora, M.Farm juga menyampaikan bahwa seminar ini menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Prof. Dr. apt. El Fahmi dari ITB dan Associate Profesor Dr. Nurhuda Manshour dari UITM Malaysia, yang akan membahas tentang pentingnya penelitian bahan alam untuk pengembangan obat-obatan modern. "Penelitian Obat Bahan Alam dimulai dari yang sederhana sampai ketingkat yang lebih komplek dan tidak ada istilah molekul yang diperoleh berhenti dipublikasi saja, tetapi harus dikembangkan terus dengan berbagai aktivitas, sehingga bisa kita ketahui apa sesungguhnya khasiat obat yang dikandung dari suatu tanaman," tambah Enda.
Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional, Dr. apt. Adriani Susanty, M.Farm, melaporkan bahwa seminar ini diikuti oleh 10 PTN dan PTS dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan, karena hasilnya sangat bermanfaat bagi perguruan tinggi, khususnya yang memiliki program studi kefarmasian. "Kami berharap seminar ini dapat menjadi langkah awal bagi para peneliti muda untuk mengembangkan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, segenap pimpinan STIFAR Riau, para pimpinan unit/Lembaga di lingkungan STIFAR Riau, mitra kerja STIFAR, dan para utusan mahasiswa dari berbagai mahasiswa PTN dan PTS, serta undangan lainnya. Seminar Nasional ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi pengembangan penelitian dan publikasi di bidang kefarmasian dan pengobatan modern.
(JAS/ MN)