Sebanyak 270 Ton Beras Di Beli Dari Petani Rohil

Selasa, 12 Januari 2016

Gudang Beras Bulog

DUMAI, seputarriau.co - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Dumai telah menyerap 271 ton produksi beras petani di Kabupaten Rokan Hilir atau 45 persen dari target pada 2015 lalu yang ditetapkan sebanyak 600 ton.

Menurut Kepala Bulog Dumai Titov Agus Sabelia penyerapan beras petani lokal yang tidak tercapat disebabkan terbatasnya lahan pertanian padi masyarakat dan produksi minim atau belum mencukupi. Produksi padi lokal yang hanya diserap Bulog hanya di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), sedangkan untuk wilayah yang lain tidak memiliki lahan pertanian yang memadai, seperti di Dumai, Kepulauan Meranti, dan beberapa kecamatan di Bengkalis.

"Kita membeli beras langsung dari penggilingan padi masyarakat petani dengan harga ketetapan pemerintah yaitu Rp7.300 per kilonya, dan kurun waktu 2015 lalu Bulog menyerap sebanyak 271 ton beras lokal," kata Titov, Senin (11/1/2016).

Titov melanjutkan, penyerapan beras dilakukan dengan pola pengadaan oleh satuan tugas dengan melalui unit pengelolaan gabah beras Perum Bulog.

"Kita juga akan melirik sejumlah penggilingan padi masyarakat di Rokan Hilir untuk memperluas wilayah penyerapan beras petani," sebutnya.

Untuk pelaksanaan penyerapan beras tahun 2016 ini, Bulog Dumai ditargetkan mampu merealisasikan 1.000 ton beras petani lokal dengan cara meningkatkan peluang menggarap potensi pertanian masyarakat setempat.

Serapan beras petani lokal ini diketahui menjadi salah satu sumber persediaan beras Bulog, disamping juga dari impor asal Thailand dan Vietnam dan yang didatangkan dari sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sulawesi.

Diketahui juga pada 2015 lalu, Bulog Dumai telah menerima pemasukan impor beras asal negara Thailand dan Vietnam sebanyak 26.400 ton dari total awal 50 ribu ton.


(IS)