
Mandau, seputarriau.co -
Badan kesatuan bangsa dan politik kabupaten bengkalis adakan kegiatan penyuluhan tentang revitaliasi dan aktualisasi nilai-nilai luhur pancasila dalam rangka pemantapan wawasan kebangsaan dan ketahanan NKRI 2019 dikecamatan mandau.
Penyuluhan tersebut dilaksanakan digedung Aula Bathin Betuah kecamatan Mandau itu secara resmi dibuka oleh kepala Badan Kesbangpol Bengkalis yang diwakilin oleh Kepala bidang bina idelogi wawasan bangsa dan wawasan nasional bapak Halazmi Julizar S STP. MSi dengan diawalin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.
Acara tersebut dihadirin oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita dan para narasumber dari Kodim 0303/Bengkalis Kapten. Inf Muhdoyo Sancoko dan Kapten Arh. Isnanu.
Kegiatan tersebut dihadirin sebanyanyak 60orang.
Kepala bina idelogi wawasan bangsa dan wawasan nasional Halazmi Julizar S STP. MSi dalam kata sambutannya menyampaikan kabupaten bengkalis merupakan salah satu kabupaten yang memiliki keagamaan, sosial, budaya ekonomi bahasa dan etnis yang dimiliki oleh masyarakatnya.
Keadaan inilah yang mengilhami konsep ke-bhineka tunggal ika-an dalam wadah berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian diperlukan pranata yang mengaturnya. Pranata tersebut antara lain adalah Undang Undang no 29 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan peraturan Mentri dalam negeri Nomor 29 tahun 2011 tentang pemerintah daerah dalam rangka revitalisasi dan aktualiasasi dan nilai nilai luhur pancasila. Kita semua menyadari bahwa setiap bangsa mempunyai cita-cita luhur dan indah yang ingin dicapainya.
Orang mengatakan bahwa cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa mempunyai fungsi nasional forum ini saya anggap penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara karena momentumnya yang tepat paling tidak ketahanan nasional diperlukan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintahan seperti tegaknya hukum dan ketertiban, terhujudnya kesejahteraan dan kemakmuran, terselenggaranya pertahanan dan keamanan terhujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta terdapatnya kesempatan rakyat untuk mengaktualisas diri.
Untuk itu semua elemen bangsa, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan tokoh pemuda semakin ditantang dan dituntut untuk selalu kompak dalam memelihara persatuan dan kesatuan, mencegah terjadinya ekses-ekses negatif yang dapat mengganggu kerukunan bangsa "pungkas Halazmi Julizar S STP. MSi.
Sementara itu sebagai narasumber pada kegiatan tersebut yakni Kapten Inf.Muhdoyo Sancoko dan Kapten Arh. Isnanu dari Kodim 0303/Bengkalis ini juga memaparkan materi revitalisasi dan aktualisasi nilai - nilai luhur pancasila merupakan idelogi mendasar dalam kehidupan masyarakat indonesia pada zaman sebelum merdeka pancasila dibuat oleh Ir. Soekarno berdasarkan nilai nilai yang hidup dalam masyarakat indonesia seperti ketuhanan, keanekaragaman, musyawarah, budaya ekonomi dan lain lain.
Seiring berjalannya waktu nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila pun berkembang mengikuti zaman saat ini, kita mempelajari pancasila melalui pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) disekolah imbau Kapten Inf. Muhdoyo Sancoko.
Kapten Arh. Isnanu mengatakan pancasila adalah sebagai idelogi terbuka memiliki sifat yang universal, nilai-nilainya bisa diterima oleh seluruh masyarakat indonesia, seperti rasa persatuan dan kesatuan, kekeluargaan, kemanusiaan, keadilan, ketuhanan dan sebagai idelogi pandangan hidup dari masyarakat, contoh yang paling sederhana adalah Undang Undang (UU) yang berlaku diindonesia harus berdasarkan pancasila dan isinya tidak boleh bertentangan dengan pancasila, tampak para peserta pengikuti penyuluhan menyimak dengan penuh perhatian materi yang disampaikan seksi tanya jawab hingga akhir acara.
(DW)