Kader HMI Cabang Sorong Masih Terkatung-katung
PEKANBARU, seputarriau.co - Mesti Kongres HMI telah dibuka, pada Minggu (22/11/2015) pagi tadi, para peserta kongres hingga pukul 18.00 masih terkatung-katung di gedung gelanggang remaja, Pekanbaru.
Meski sudah datang sejak Sabtu (21/11/2015) sore kemarin, hingga saat ini panitia lokal dan panitia nasional belum memberikan solusi terhadap nasib peserta kongres yang datang dari Cabang Sorong, Papua.
Sekretaris Komisariat Hukum UMS, M. Fikar Rumantorus yang tergabung dalam delegasi cabang Sorong, Mimggu (22/11/2015) sekira pukul 18.00 di gedung gelanggang remaja Pekanbaru mengatakan, hingga saat ini, belum ada panitia kongres yang berkenan menemui mereka.
Fikar menilai, dengan segala penelantaran ini, panitia belum siap melaksanakan kongres HMI yang melibatkan kader HMI se-nusantara.
Lebih lanjut Fikar mengatakan, panitia sebaiknya dapat memperlakukan peserta dengan baik. "Karena kita datang ke Riau ini untuk melaksanakan kongres," katanya lagi.
Fikar juga menjelaskan, untuk kebutuhan para kader HMI Cabang Sorong yang datang ke Riau, hingga saat ini masih dibiayai oleh ketua cabang.
"Penginapan kita belum tahu dimana tempatnya. Panitia baru memberi kita nasi bungkus tadi siang," ungkap Fikar.
Sejak Sabtu malam kemarin, beragam insiden telah bermunculan seiring digelarnya kongres "bernilai" miliaran rupiah tersebut. Mulai dari kader HMI yang memblokade jalan dan merusak fasilitas umum pada malam hari sebelum dibukanya kongres HMI oleh Wapres Jusuf Kalla.
Pada Minggu pagi-nya, puluhan kader HMI dari berbagai provinsi juga ribut di depan Hotel Labersa karena terhalang mengikuti kongres dikarenakan tidak punya ID card. Di saat itu juga, tersiar kabar, mereka tidak diizinkan masuk karena jumlah kursi tak memadai.
Belum lagi pada Minggu siang tadi, sejumlah kader lainnya marah karena jatah nasi bungkus yang diberikan kurang, hingga mereka merusak mobil polisi setempat dengan cara melempari dan menendangnya.
Kejadian ini berlangsung di belakang Purna MTQ Riau. Belakangan, kader HMI dari Sulawesi itu mengaku salah dan meminta maaf kepada aparat.*sr1/halloriau.com*