
ilustrasi
PEKANBARU, seputarriau.co - Pengembangan sektor perairan dan perikanan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Dalam implementasinya perlu diimbangi dengan komitmen pelestarian lingkungan.
Untuk itu, penerapannya dapat diimbangi dengan aksi yang bersahabat dengan alam dalam setiap kegiatan eksploitasi sumberdaya alam. Semangat itu bersinergi dengan informasi Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau mengatakan produksi tangkapan ikan di Riau yang masih sangat besar.
Dicontohkna, potensi perikanan di Sungai Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, cukup besar, mencapai enam ton per hari.
"Ya kita melihat potensi masih sangat besar. Misalnya potensi tersebut tentu sangat besar namun tidak diimbangi dengan sarana infrastruktur tempat pendaratan ikan yang baik. Mayoritas ikan yang ditangkap langsung dijual kepada pengepul, berserakan sana-sini tidak terkelola," ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Nafilson.
Selain itu, untuk mendukung sektor infrastruktur, pihaknya menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk membangun tempat pendaratan ikan sehingga memudahkan nelayan melakukan transaksi jual beli di kawasan tersebut.
Program dukungan lainnya yang diusulkan pada 2017 ini, yakni pengadaan 275 kapal berukuran tiga, lima dan 10 GT kepada Pemerintah pusat, dimaksud untuk mendukung produksi tangkapan nelayan.
(MN/MCR)