
BANTAN, seputarriau.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mengajak masyarakat untuk mengendalikan penyakit tidak menular (PTM) melalui pengendalian PTM berbasis masyarakat. Pengendalian ini lebih dikenal dengan nama Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).
Hal itu disampaikan Kepala Diskses Bengkalis, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, SKM saaat peyananan Posbindu PTM di Desa Resam Kecamatan Bantan, pekan lalu.Kegiatan yang dilaksanakan sebulan sekali pada minggu kedua ini sudah berjalan kurang lebih 3 bulan.
Kegiatan dihadiri Tim Petugas Dinas Kesehatan, Petugas PTM Pukesmas, Petugas Nusantara Sehat Kecamatan Bantan, Aparat Desa, Kader Kesehatan PTM Desa dan Masyarakat dengan kelompok umur 15 tahun ke atas.
Alwizar mengatakan, Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.
Faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperkolesterol serta cacat fisik dan gangguan mental menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
“Kelompok PTM Utama adalah diabetes melitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan,” ujar Alwizar.
Di lokasi terpisah, Kasi Pencegahan dan Pengendalian PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupten Bengkalis, Edi Sudarto, SKM, menyampaikan hal terkait kegiatan ini bahwa Penyakit Tdak Menular (PTM) merupakan penyakit yang bukan disebabkan oleh kuman dan tidak ditularkan kepada orang lain termasuk cedera akibat kecelakan dan tindak kekerasan.
Umumnya bersifat kronis membutuhkan waktu cukup panjang, dengan sasaran kepada kelompok masyarakat sehat, beresiko dan penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 15 tahun keatas. Deteksi dini dari fakor resiko penyakit tidak menular melalui Posbindu PTM di Desa Resam Lapis Kecamatan Bantan, terbagi dalam 5 meja.
Adapun meja pertama adalah melakukan registrasi individu pasien, meja ke dua adalan melakukan wawancara, meja ketiga yaitu melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pemeriksaan indera penglihatan dan pendengaran, meja keempat yaitu kegiatan yang memeriksaan tekanan darah, kadar glokosa, kadar kalesterol, meja kelima yaitu konseling dan edukasi. Berdasarkan jenis kegiatan Posbindu PTM Desa Resam Lapis termasuk katagori Posbindu PTM Plus. Kedepan ditingkatkan menjadi Posbindu PTM Mandiri.
“Berdasarkan hasi pemeriksaan dini faktor resiko penyakit tidak menular, 148 orang yang mendaftar Posbindu PTM di Desa Resam Lapis Kecamatan Bengkalis menunjukkan kolesterol tinggi sebanyak 105 orang, gula darah sebanyak 24 orang, asam urat sebanyak darah tinggi sebanyak 79 orang,” ujar Edi Sudarto.(MN/MCR)