
Foto : Legislator dari Fraksi Gerinda Kota Pekanbaru, Zainal Arifin
PEKANBARU, seputarriau.co - Legislator Kota Pekanbaru dari Fraksi Gerindra, Zainal Arifin menyebutkan untuk saat ini budaya gotong-royong (goro) sudah memudar di tengah-tengah masyarakat, sehingga lingkugan bersih sudah jadi barang yang terabaikan. Merebaknya berbagai penyakit seperti saat ini penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) tidak terelakkan.
Untuk itu diminta pada Ketua RT/RW hingga Camat dan Lurah untuk mengakifkan kembali budaya gotong royong ini pada masarakat dan lingkungannya masing-masing.
"Kalau dulu budaya gotong-royong ini hidup sekali. Paling tidak sekali sebulan ditiap hari libur dilakukan gotong-royong dilingkungan masig-masing, terutama membersihkan parit-parit. Sekarang tidak ada lagi," katanya.
Dikataka juga oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru ini, lingkungan bersih itu merupakan langkah ampuh dalam mengantisiasi atau mencegah merebaknya penyakit DBD."Mecegah lebih baik dari pada mengobati. Jadi kembalikan budaya gotong royong ini," sebutnya lagi.
Ia mengatakan untuk melakukan foging misalnya, memang bagus untuk membunuh nyamuk tapi hal ini bukan yang terbaik karena nyamuk akan bergerak ketemat lain.
Disampoaikan juga, mengenai antisipasi lingkungan bersih ini juga jadi kewajiban bersama. Selain perangkat yang berhubungan langsung dengan masyarakat juga instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Kebersihan juga puskesmas.yang ada. "Peran semua pihak sangat diperlukan. Kalau lingkungan sudah bersih,dipasikan segala sumber penyakit jauh," sebutnya lagi dengan yakin.
(MN/MCR)