Mahasiswa Pendidikan Kimia Tanamkan Semangat Green Chemistry melalui Pengabdian Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026

PELALAWAN, seputarriau.co  – Kegiatan Pendidikan Kimia Mengabdi (PKM) 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Kimia melalui Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (HIMAPROSTPEK), Divisi Advokasi dan Sosial Masyarakat, resmi mengakhiri rangkaian kegiatannya di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Berlangsung selama dua hari, yakni 13–14 Oktober 2026, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mengusung tema “Aktivitas Kreatif Mahasiswa Pendidikan Kimia dalam Mewujudkan Kampus Berdampak melalui Inovasi, Literasi, dan Pembelajaran Kimia yang Aktif, Menyenangkan, serta Bermakna,” PKM 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan sosial yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, guru, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pihak sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pendidikan Kimia Mengabdi 2026 adalah penghijauan yang dilaksanakan sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah ruang hijau, tetapi juga menjadi sarana edukasi dalam menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan merawat lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan penghijauan tersebut juga sejalan dengan konsep green chemistry atau kimia hijau, yaitu pendekatan dalam ilmu kimia yang menekankan upaya mengurangi atau mencegah penggunaan dan pembentukan zat berbahaya serta meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Kimia berupaya memperkenalkan nilai-nilai kepedulian lingkungan melalui tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran kimia tidak hanya dipahami melalui teori di kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Selain penghijauan, mahasiswa Pendidikan Kimia melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya workshop, pemberdayaan masyarakat, atraksi kimia, permainan edukatif, serta kegiatan literasi bagi siswa. Rangkaian kegiatan tersebut turut diisi dengan pelatihan pembuatan web game berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi guru, workshop kombucha untuk memperkenalkan pemanfaatan proses fermentasi, serta sosialisasi mengenai menopause bagi ibu-ibu rumah tangga. Berbagai kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan peserta sekaligus memperluas penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hari pertama, Selasa, 13 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan workshop dan penghijauan. Melalui kegiatan penghijauan, mahasiswa mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan dan memahami bahwa upaya menjaga kelestarian alam dapat dimulai dari tindakan sederhana. Semangat tersebut sejalan dengan penerapan nilai-nilai kimia hijau yang mendorong perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi mengenai menopause bagi ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perubahan yang terjadi selama masa menopause serta pentingnya menjaga kesehatan pada fase tersebut.

Memasuki hari kedua, Rabu, 14 Oktober 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas edukatif di sekolah-sekolah, termasuk atraksi kimia, permainan, perlombaan, dan kegiatan literasi. Pelatihan web game berbasis AI bagi guru serta workshop kombucha juga menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi pembelajaran dan pengembangan kreativitas. Melalui atraksi kimia, siswa diajak mengenal konsep-konsep kimia melalui kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Sementara itu, berbagai permainan edukatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui interaksi, kerja sama, dan pengalaman langsung.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, perwakilan pihak setempat menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah meluangkan waktu, berbagi ilmu, serta mengabdikan diri kepada masyarakat selama pelaksanaan Pendidikan Kimia Mengabdi 2026. Dalam sambutannya, ia berharap pengalaman pengabdian yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada seluruh mahasiswa yang telah berbagi ilmu, pengalaman, serta mengabdikan diri kepada masyarakat. Saya berharap pengalaman selama berada di Kecamatan Pelalawan ini menjadi bekal berharga bagi adik-adik mahasiswa untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Walaupun kegiatan ini telah berakhir, semoga silaturahmi tetap terjalin dengan baik dan kenangan selama berada di Kecamatan Pelalawan selalu tersimpan di hati,” ungkapnya.

Penutupan Pendidikan Kimia Mengabdi 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa Pendidikan Kimia di Kecamatan Pelalawan. Namun, berakhirnya kegiatan ini bukan berarti berakhir pula semangat pengabdian dan kepedulian yang telah dibangun. Nilai kebersamaan, semangat berbagi ilmu, serta kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat terus diterapkan oleh mahasiswa maupun masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar membangun komunikasi, kerja sama, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan penghijauan menjadi salah satu bentuk penerapan kepedulian lingkungan yang selaras dengan semangat green chemistry, sedangkan kegiatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa ilmu kimia dapat memberikan manfaat yang luas ketika diterapkan secara kontekstual.

Dengan terlaksananya Pendidikan Kimia Mengabdi 2026, diharapkan hubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dapat terus terjalin serta memberikan dampak positif secara berkelanjutan. Semangat pengabdian ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Pendidikan Kimia dalam mewujudkan kampus berdampak melalui pendidikan yang inovatif, pembelajaran yang bermakna, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.