Kabut Asap Melanda Duri, PMBDS Bagi-bagi Seribu Masker Gratis

Sabtu, 10 Oktober 2026

DURI, seputarriau.co – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditunjukkan Persatuan Masyarakat Batak Duri Sejahtera (PMBDS) dengan membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah titik Kota Duri dan sekitarnya, Jumat (9/10/2026).

Aksi sosial tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMBDS, Drs. G. Manalu, bersama Bendahara Karlos Simanjuntak, Ketua GM DPP Romi Simanjuntak, Penasehat GM Bathin Solapan H. Hutasoit, Ketua GM Bathin Solapan Gokma Hutauruk beserta jajaran, serta unsur PPA dan Bidang Sosial PMBDS.

Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh tim diberangkatkan oleh Sekjen PMBDS dari Sekretariat PMBDS di Jalan Hang Tuah, Kota Duri.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PMBDS, Santun Sihombing, dengan melibatkan GM DPP PMBDS, GM PMBDS Bathin Solapan, PPA, dan Bidang Sosial.

Pembagian masker menyasar sejumlah titik yang ramai dilalui masyarakat, di antaranya Simpang Telkom, Simpang Jalan Rangau, depan Kantor Camat Mandau, Simpang Garoga, serta Kilometer 5 Jalan Duri–Dumai kawasan Kulim.

Ketua Umum PMBDS Santun Sihombing melalui Sekjen Drs. G. Manalu mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Melalui pembagian masker gratis ini, kita berharap dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan seperti ISPA, dapat diminimalkan. Kami ingin masyarakat lebih terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar G. Manalu.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap dengan menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara memburuk, serta tetap menjaga kesehatan.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung maupun gangguan pernapasan, termasuk asma.

Kabut asap akibat Karhutla di sejumlah wilayah Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis, tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu jarak pandang, aktivitas transportasi, dan kenyamanan masyarakat.

Dalam informasi yang disampaikan, ISPU Kabupaten Bengkalis disebut berada pada angka 245–246 dengan kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara.

Melalui aksi sosial ini, PMBDS berharap masyarakat dapat lebih terlindungi dari paparan udara tercemar sekaligus meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

PMBDS juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian dan mengambil langkah nyata dalam menghadapi dampak Karhutla, sehingga kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas bersama.

Dew