HOAX! Lowongan Cleaning Service Gaji Rp 3,9 Juta di RS Jantung & Otak Riau Beredar di Grup WA

Rabu, 09 September 2026

PEKANBARU, seputarriau.co – Warga kembali diimbau waspada. Pesan berantai tentang lowongan kerja Cleaning Service dengan gaji fantastis kembali beredar di grup WhatsApp lingkungan dan komunitas.

Dalam pesan tersebut disebutkan ada kebutuhan banyak tenaga Cleaning Service di RS Otak dan Jantung Riau dengan rincian gaji dan fasilitas menggiurkan:

 "Lowongan kerja Cleaning Service  
 1. Gaji pokok Rp 3.998.000  
 2. BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan lengkap  
 3. Lembur 1 hari Rp 280.000  
 4. Tunjangan kerja  
 5. Hak cuti 12 hari setahun  
 6. Cuti menikah, sunatan, berduka, sakit lengkap  
 7. 8 jam kerja  
Segera antar lamaran bapak ibu, mana tahu rezeki, dibutuhkan banyak. Di RS Jantung, STADION... langsung ke sana aja antar ya, terima kasih"

TANGGAPAN RESMI KEMENKES RI: HOAX

Setelah dikonfirmasi, informasi tersebut dinyatakan TIDAK BENAR / HOAX.

Perwakilan  Kementerian Kesehatan RI menegaskan melalui pesan singkat:
Tidak benar Pak beritanya. Dari bu Tanti"

Pihak Kemenkes RI menyatakan tidak pernah membuka rekrutmen Cleaning Service dengan cara mengantar lamaran langsung ke RS dan tidak pernah menyebar info melalui grup WhatsApp pribadi seperti di atas.

CIRI-CIRI INFO LOWONGAN HOAX INI

1.  Gaji tidak wajar ? Rp 3.998.000 untuk Cleaning Service jauh di atas UMP Riau 2026
2.  Tidak ada nama perusahaan/instansi resmi ? Hanya disebut "RS Jantung, Stadion" tanpa nama lengkap
3.  Cara melamar tidak resmi ? "Langsung antar ke sana" tanpa ada link, email, atau portal resmi
4.  Disebar di grup WA ? Instansi resmi tidak pernah rekrut via broadcast WA

HIMBAUAN

1.  Jangan langsung percaya info lowongan dari grup WA. Cek dulu ke website resmi RS atau kemkes.go.id 
2.  Jangan beri data pribadi/KTP dan uang apapun dengan alasan "biaya administrasi. 
3.  Laporkan jika menemukan nomor yang menyebar info hoax ke aduan Kominfo 119

Hati-hati ya Bapak/Ibu. Jangan sampai tertipu. Selalu pastikan info lowongan berasal dari sumber resmi instansi.

Informasi ini dibuat untuk mencegah penyebaran berita bohong dan melindungi masyarakat pencari kerja.

(MN)