
Foto : Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, melihat proses penyajian MBG di SPPG Labuh Barat 2
PEKANBARU, http://seputarriau.co – Program Makan Bergizi Gratis / MBG yang dicanangkan Pemerintah Pusat kini dirasakan nyata manfaatnya oleh warga Kota Pekanbaru. Dari dapur SPPG hingga meja makan anak sekolah, program ini menjadi penggerak baru dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus menggerakkan roda ekonomi kota.
Dukungan penuh terhadap program strategis nasional ini disampaikan langsung Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam Rakernas APEKSI ke-18 di Kota Medan, 2 Juli 2026.
Manfaat Ganda: Ringankan Beban Orang Tua, Naikkan Gizi Anak
Menurut Agung Nugroho, MBG menjawab keresahan banyak orang tua di Pekanbaru, “Program ini sangat membantu. Sebelumnya, orang tua harus memberikan uang saku untuk makan siang anak di sekolah. Kini, kebutuhan tersebut telah terpenuhi melalui program MBG,” ujarnya.
Lebih dari sekadar hemat pengeluaran, MBG juga memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari di sekolah. Hal ini sejalan dengan upaya Pemko Pekanbaru dalam memberantas stunting.
Di Kecamatan Sukajadi, misalnya, saat ini terdapat 22 anak stunting yang sedang dalam penanganan intensif.
“Kami meminta peran aktif camat dan lurah, serta mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program CSR,” kata Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Jumat (27/3/2026).
Pemko juga menguatkan program “Bapak Asuh / Orang Tua Asuh” agar intervensi gizi pada anak stunting berjalan rutin. Sejumlah pihak seperti Angkasa Pura dan YBM BRILiaN sudah ikut berkontribusi menyalurkan bantuan.
Dampak Ekonomi: Ibu-Ibu Diberdayakan, PAD Naik
Yang menarik, MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan. Program ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi baru di Pekanbaru.
“Adanya program MBG, banyak merekrut tenaga kerja baru yang dipekerjakan dalam SPPG atau dapur MBG. Ibu-ibu yang dulu pengangguran, saat ini sudah bekerja, punya gaji, dan bisa belanja. Itu membuat perputaran ekonomi,” jelas Agung.

Tidak heran jika Pekanbaru mencatat kenaikan PAD lebih dari Rp400 Miliar seperti yang disampaikan Mendagri. “Kami merekomendasikan agar program nasional MBG ini harus dilanjutkan,” tegas Agung di forum Rakernas APEKSI.
Suara Rakyat: Ribuan Emak-emak Turun ke Jalan Dukung MBG
Dukungan masyarakat juga terlihat nyata. Ribuan warga, didominasi kaum ibu, menggelar aksi damai di kawasan Purna MTQ Pekanbaru, Kamis (18/6/2026).

Mereka membawa poster dukungan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini tetap dilanjutkan dengan evaluasi.
“Kami selaku emak-emak sangat merasakan dampak positifnya. Kami bisa melakukan penghematan dan kebutuhan gizi anak-anak juga terbantu,” ujar Yulianti, salah satu peserta.
Koordinator aksi, Yuda, menambahkan MBG telah membuka lapangan kerja, menyerap hasil pertanian dan pasar, serta membantu pemenuhan gizi. “Kami mengajak seluruh elemen mendukung program yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Komitmen Pekanbaru: Sinergi Pusat dan Daerah untuk Masa Depan
Dalam Rakernas APEKSI, para kepala daerah se-Indonesia membahas isu strategis mulai dari ketahanan pangan hingga peningkatan pelayanan publik. Pekanbaru hadir dengan rekomendasi jelas: pertahankan dan perkuat MBG.
Bagi Pemko, MBG adalah bukti bahwa program pusat bisa disinergikan dengan kebutuhan daerah. Gizi anak terpenuhi, stunting ditekan, pengangguran berkurang, dan ekonomi keluarga meningkat.
“Semoga seluruh program yang telah direncanakan Presiden Prabowo dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Pekanbaru,” tutup Agung Nugroho.
(Advetorial)