Heboh, Tanda Tangan Ketua Komite SDN 042 Bakau Aceh Diduga Dipalsukan Mantan Kepsek

Jumat, 10 Juli 2026

Foto : Gedung SDN 042 Bakau Aceh, Kecamatan Mandah Inhil cukup memprihatinkan

INDRAGIRI HILIR, http://seputarriau.co – Dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan mantan Oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 042 Bakau Aceh, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, ZA, menjadi sorotan publik. Ketua Komite sekolah meminta aparat berwenang menindaklanjuti kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Hal itu disampaikan Zamri, Ketua Komite SDN 042 Bakau Aceh, kepada wartawan pada Jumat (10/7/2026).

"Karena tanda tangan saya dipalsukan oleh Oknum Kepala SDN 042 Bakau Aceh Mandah, maka saya membaca undang-undang mengenai pemalsuan tanda tangan di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263, disitu tertera akan terpidana," ujar Zamri.

Zamri menyebut dirinya telah menjabat sebagai Ketua Komite sejak tahun 2005, atau selama 21 tahun. Ia membandingkan kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya dengan masa kepemimpinan ZA.

"Kepsek yang dahulu tidak seperti ini, namun ketika Zainal Arifin mantan Kepala Sekolah, tanda tangan saya dipalsukan," ungkapnya.

Ia juga menyoroti keterlibatan oknum operator sekolah. Menurutnya, penggunaan berkas yang diduga dipalsukan itu mengindikasikan adanya persekongkolan.

"Yang sangat menyayangkan adalah oknum operatornya kok bisa menjadi aneh, sehingga juga menggunakan berkas yang dipalsukan. Saya menilai ini bisa saja persekongkolan," tudingnya.

Zamri mengaku sudah menyampaikan keberatan dan meminta keadilan kepada pihak berwenang.

"Saya sebagai Ketua Komite sangat bermohon kepada yang berwenang, mohon ditindaklanjuti. Saya minta keadilan, dan nantinya juga saya akan laporkan," pintanya.

Soroti Kinerja Kepsek Baru
Zamri juga menyinggung kinerja Kepala Sekolah yang baru, Maspardi. Ia mengaku tidak pernah dikoordinasikan terkait program sekolah selama lebih dari 3 bulan kepsek baru menjabat.

"Kepala sekolah yang baru ini juga tidak pernah koordinasi dengan saya, padahal sudah lebih dari 3 bulan ia menjabat. Kalau memang dia sering masuk bertugas di sekolah tersebut tentu bisa menghubungi saya, apalagi zaman sekarang sudah pasti bisa melalui telepon atau WhatsApp. Tentu ini ada tanda tanya," keluhnya.

Konfirmasi Pihak Terkait
Upaya konfirmasi kepada mantan Kepsek Zainal Arifin melalui telepon dan WhatsApp tidak mendapat tanggapan.

Operator sekolah, Yanto, saat dihubungi beralasan sibuk. "Saya sibuk dengan urusan dinas," kata Yanto.

Sementara Kepsek baru, Maspardi, mengelak. Ia menyebut sulit menghubungi Ketua Komite karena kendala jaringan di wilayah tersebut.

"Mengenai Ketua Komite, saya sulit menghubungi karena jaringan di wilayah itu tidak jelas. Oh ya, mengenai saya diduga tidak disiplin itu, saya katakan saya sering masuk, walaupun hanya 12 murid," kilahnya.

Disdik Inhil Siap Tindaklanjuti
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Kasi SD, Feri, merespons laporan tersebut.

"Baik, terima kasih. Kami siap akan menindaklanjuti persoalannya," kata Feri dengan sikap ramah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut.

Pewarta: Rhama Melo/Tim