Polemik Kios Pasar Kodim, DPRD Pekanbaru Siapkan RDP: Semua Pihak Akan Didudukkan

Selasa, 30 Juni 2026

Foto : Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid Hadir Ditengah Keresahan para pedagang Pasar Kodim Resah

PEKANBARU, http://seputarriau.co – Di tengah kegelisahan yang mendera ratusan pedagang Pasar Kodim, kehadiran wakil rakyat di lapangan menjadi jawaban yang dinanti. Senin (25/5/2026), Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid turun langsung memimpin inspeksi mendadak bersama Komisi II DPRD dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru.

Langkah cepat ini bukan seremoni. Ini adalah respons nyata DPRD sebagai rumah rakyat, setelah para pedagang mengeluhkan ketidakpastian status kios, skema perpanjangan kontrak, hingga kabar kenaikan tarif lapak di area pasar ikan yang dikelola PT Peputra Maha Jaya.

Pedagang Galau, Status Tidak Jelas

Akar persoalan bermula dari surat edaran PT PMJ soal perpanjangan kontrak. Bagi pedagang, edaran itu bagai petir di siang bolong. Mereka dihantui kekhawatiran kehilangan hak atas kios yang sudah ditempati belasan hingga puluhan tahun, lalu berubah status menjadi penyewa jika terlambat bayar bulan ini.

Kegelisahan itu diungkapkan Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar se-Pekanbaru, Indra Mulyadi, saat menyambut rombongan DPRD. “Pedagang ini lagi galau karena statusnya tidak jelas. Mereka takut kehilangan tempat cari makan,” ujarnya.

Kondisi diperumit dengan fakta di lapangan: banyak kios yang sudah berpindah tangan ke pihak kedua atau ketiga. Akibatnya, informasi kontrak awal menjadi bias dan memicu miskomunikasi antara pedagang dan pengelola.

Isa Lahamid: DPRD Hadir Sebagai Jembatan, Bukan Hakim

Melihat langsung wajah-wajah cemas pedagang, Muhammad Isa Lahamid mengambil pendekatan menenangkan. Ia menegaskan, DPRD Pekanbaru tidak akan gegabah mengambil keputusan sebelum seluruh dokumen dipelajari.

"Kita masih pelajari semua; kontrak-kontrak yang ada, aturan-aturan yang ada, baik dari pengelola atau pemerintah dengan pedagang," kata Isa di sela sidak.

Ia menekankan prinsip kehati-hatian dan objektivitas. Menurutnya, tiap kontrak pedagang harus dipetakan satu per satu. “Apakah kontrak itu semuanya sama atau ada yang berbeda, kita belum tahu. Termasuk cerita perubahan status dari pemilik menjadi penyewa, itu juga belum kita ketahui. Karena itu, DPRD perlu mendengar langsung penjelasan dari Direktur Utama PT PMJ,” jelasnya.

Lebih jauh, Isa menegaskan posisi DPRD sebagai fasilitator. “Ini bisnis antara pedagang dan pengelola. Kita harus pahami kapan pedagang masuk, kapan pedagang keluar. DPRD tidak bisa menambah aturan secara langsung. Kita hadir di sini untuk menjembatani ibu-bapak yang ada di sini,” tegasnya, memberi kepastian hukum di tengah kebingungan.

1000260553

Komisi II Gerak Cepat: Sidak Gantikan RDP yang Tertunda

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa sidak ini adalah respons cepat atas laporan pedagang pasar ikan soal kenaikan tarif. Langkah lapangan terpaksa diambil karena pada agenda Rapat Dengar Pendapat sebelumnya, pihak PT PMJ berhalangan hadir.

Bersama anggota Komisi II — M Rizki Rinaldi, Rizky Bagus Oka, Arwinda Gusmalina, Jepta Sitohang, dr Meiza Ningsih, dan Fikri Raihan Ramadhana — Zainal menemukan indikasi kuat adanya miskomunikasi akibat perpindahan tangan kios.

Solusi konkret segera disiapkan. “Kita akan dudukkan semua pihak: ada pedagang, pengelola, dan pemerintah kota melalui dinas terkait. Insyaallah Senin depan kita hearing bersama mencari solusi,” pungkas Zainal.

1000260572

Awal Mula: Pedagang Datangi DPRD, Suara Rakyat Didengar

Langkah sidak ini sejatinya kelanjutan dari komitmen DPRD mendengar aspirasi. Sebelumnya, Senin (27/4/2026), puluhan pedagang Pasar Kodim yang beraktivitas di Gedung PMJ Plaza The Central mendatangi Gedung DPRD Pekanbaru.

Mereka disambut langsung oleh Ketua DPRD M Isa Lahamid di ruang Banmus. Dalam dialog terbuka, pedagang menyuarakan dua isu utama: pertama, biaya perpanjangan kontrak kios yang dinilai berat di tengah ekonomi sulit. Kedua, harapan peningkatan fasilitas gedung agar pasar lebih ramai dan nyaman, sehingga transaksi jual-beli meningkat.

Aspirasi itu tidak berhenti di ruang rapat. Satu bulan kemudian, pimpinan DPRD turun ke pasar, membuktikan bahwa suara rakyat benar-benar ditindaklanjuti dengan aksi.

<a href="https://ibb.co.com/3m9q61mh"><img src="https://i.ibb.co.com/3m9q61mh/1000260642.jpg" alt="1000260642" border="0"></a>

Target: Akhiri Polemik, Kembalikan Rasa Aman Pedagang

Langkah taktis Ketua DPRD beserta Komisi II ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan soal tarif. Target utamanya jauh lebih mendasar: mengembalikan rasa aman dan memberikan kepastian hak atas ruang usaha bagi para pedagang.

Sebab para pedagang Pasar Kodim adalah urat nadi ekonomi kerakyatan Kota Bertuah. Jika mereka tenang berusaha, roda ekonomi kota pun berputar lebih kencang.

DPRD Pekanbaru berkomitmen mengawal proses ini hingga tuntas, memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dan semua solusi lahir dari musyawarah yang adil.

Advetorial