
Pekanbaru, seputarriau.co - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan tempat berkumpulnya para ulama, zhu’ama, dan cendikiawan muslim. Namun demikian, MUI tidak lupa dengan generasi muda yang meneruskan perannya. Untuk itu, MUI Kecamatan Binawidya menyelenggarakan Upgrading Remaja Masjid se Kecamatan Binawidya sambil mengisi hari libur sekolah para remaja (7/7) di Garuda Outbound.
Kegiatan Upgrading Remaja Masjid ini diselenggarakan dengan konsep outdoor supaya para peserta dapat meresapi materi sambil menikmati alam. Materi disampaikan secara ringan oleh Ketua Umum MUI Kota Pekanbaru Prof. Akbarizan dan Sekretaris Umum MUI Kecamatan Binawidya M.Zainuddin. Akbarizan mengkaji ulang tentang apa yang telah terjadi di Andalusia (Spanyol, red). Andalusia merupakan negeri Islam, masyarakatnya berpendidikan, kotanya maju dan peradabannya terjaga. Namun, mereka lupa dengan generasi muda, mereka tidak mengokohkan makna jihad bagi pemudanya, sehingga Andalusia yang merupakan Spanyol sekarang menjadi negara sekuler dan Muslim merupakan minoritas dari asalnya mayoritas. “Bisakah hal ini terjadi di Indonesia?” tanya Akbarizan kepada peserta. “Mungkin saja bisa terjadi jika kami yang kaum tua lengah terhadap kaum milenial ini. Untuk itu, agenda ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian MUI terhadap generasi penerus kami di masa mendatang,” tegasnya.
Zainuddin juga memberikan motivasi kepada perserta remaja untuk menjadi ujung tombak aktifnya remaja masjid di lingkungan masing-masing. “Ciptakan inovasi kegiatan di masjid dan jadikan masjid sebagai pusat kegiatan bagi remaja di lingkungan masjid, baik dalam bentuk keagamaan maupun non keagamaan, sehingga terpautlah hati remaja di masjid,” ungkap pembina remaja beberapa masjid ini.
Setelah mendengarkan paparan materi dari Ketua MUI Kota Pekanbaru dan Sekretaris MUI Kecamatan Binawidya tersebut, seluruh peserta dipandu oleh tim Garuda Outbound untuk tadabbur alam, beberapa permainan kelompok, serta mainan outbound lainnya. Peserta Nampak menikmati suasana outbound tersebut, mengingat kondisi remaja saat ini lebih banyak rebahan di rumah sambil scroll media sosial di android masing-masing. Mereka juga terkadang juga berkumpul tetapi juga tetap sibuk dengan andoidnya masing-masing. Kumpulnya tidak membawa makna. Nah, berbeda dengan Upgrading remaja ini, mereka terbebas dari handphone dan lebih menikmati beberapa game dan outbound yang dipandu oleh tim serta taushiyah oleh pengurus MUI tersebut.
Pada sambutan penutupnya, Kiyai Dahlan, begitu disapa peserta kepada Ketua MUI Kecamatan Binawidya tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini mesti ada keberlanjutannya. Remaja merupakan aset berharga bagi sebuah negeri, ia mesti dijaga dan MUI bertanggung jawab untuk itu semua. “remaja ini aset, kami mesti andil menjaganya,” tegas Kiyai Dahlan.
(MN)