
Pekanbaru, seputarriau.co - KH.Imam Suhada dari Kerajaan Kediri di Jawa Timur serahkan cendera mata berupa Kursi Singga Sana terbuat dari batu Giok asli kepada SPDYM SB HM. Yunus AR Al- Haj Diraja Air Tiris Melayu Kampar, beberapa waktu lalu bersempena dengan menghadiri upacara Ritual 1 Syuro 1445 H yang lalu, Pekanbar 26 Juli 2023.
Menurut Raja Air Tiris Melayu Kampar SPDYM SB.HM Yunus AR Al-Haj penyerahan cendera mata (kursi Singga sana yang terbuat dari batu Giok tanpa di cat, itu nama batu giok sprit asli) dari Kerajaan Kediri di Jawa Timur tersebut adalah merupakan penghargaan yang tidak ternilai harganya, pemberian cendera mata tersebut jangan dinilai dari segi harganya, tapi lebih dari itu adalah pertanda sebagai penyambung hubungan silaturrahmi antara kerajaan tersebut, sehingga dengan penyerahan cendera mata tersebut menandakan ketulusan antara kedua kerajaan tersebut. Kami sangat bahagia dan merupakan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata akan tetap hanya dirasakan dalam yang paling dalam sehingga dari penyerahaan cendera mata, seolah-olah kedua diraja tersebut memiliki ikatan batin yang akan kuat dan pernah bisa dipisahkan," terang Paduka.
Menurut SPDYM SB HM.Yunus AR Al- Haj kursi yang terbuat dari Batu Giok tersebut sudah berusia ratusan tahun, namun bentuk dan warnanya tetap memancar cahaya yang bernilai budaya yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk kena hujan dan tetap mengutama Adat, adab dan akhlaqul karimah. Secara tak langsung juga menanda kerajaan berdaulat dan bisnisnya sampai ke Belanda pada zaman VOC Ratusan yang Silam. penyerahaan kursi singga sana yang tersebut beratnya ratusan kilo tanpa bayar, akan tetapi memang benar² merupakan cendera mata dari kerajaan kediri. " Insyaallah dalam waktu 1 minggu kedepan kursi yang bertuliskan "Radja Kampar" di sandarannya, akan sampai Istana Darul Rahmad Kerajaan Melayu Kampar Jln. Kaharuddin, Nasution no. 1 Kecamatan Bukitraya kota Pekanbaru Riau" tutup Paduka.
(jas/m.nsr)