BONUS DEMOGRAFI MENJADI WINDOW DISASTER

Ahad, 02 Juli 2023

Foto : Dwi Herlinda Mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Universitas Riau Dosen FIA UNILAK

 

PEKANBARU, seputarriau.co  - Berdasarkan BKKBN bonus demografi adalah keuntungan yang dinikmati suatu negara yang ada di dunia ini sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialami oleh negaranya tersebut. Apakah fenomena bonus demografi akan menjadi keuntungan atau malah menajdi tantangan besar dalam pembangunan suatu bangsa.
Dalam prediksi pertumbuhan penduduk, Indoinesia akan mengahdapi era bonus demografi pada tahun 2030-2040. Namun pada tahun 2023 telah menunjukan pergerakan jumlah penduduk Indoinesia menuju bonus demografi. Data BPS tahun 2022 memaparkan  69,25% penduduk Indonesia berada di jenjang usia 15-64 tahun sebanyak 190.969. Sebanyak 24% penduduk berusia 0-14 tahun. Kemudian, 6,74% penduduk berusia 65 tahun ke atas.

Di satu sisi fenomena bonus demografi bisa menjadi anugerah  pembangunan. Keberadaan jumlah sumber daya manusia menjadi salah satu modal dalam pembangunan, baik itu pembangunan fisik dan non fisik. Disisi lain bonus demografi akan menjadi bencana Ketika penduduk usia produktif tidak memiliki Pendidikan yang memadai, tidak memiliki skill yang cukup, tidak memiliki modal secara finansial. saat hal ini terjadi maka penduduk dengan usia produkti akan menjadi pengangguran yang mengakibatkan Indonesia akan mengahdapi Windows disaster yang disebabkan oleh bonus demografi.

Berdasarkan BPS Februari 2023 angka pengangguran mencapai 7,99 Juta orang dengan jumlah Angkatan kerja mencapai 146,62 juta orang. jika tidak diimbangi dengan keterediaan lapangan pekerjaan maka akan muncul permasalahan sosial. Tantangan dalam menghadapi Windows disaster yang disebabkan oleh bonus demografi:

Hilangnya memonentum untuk mengumpulkan kesejahteraan, jika Sebagian besar penduduk usia produktif berpendidikan rendah dan dengan skill yang minim maka kesempatan kerja akan semakin sulit. Namun sebaliknya produktivitas masyarakat akan maksimal jika pasar kerja mampu menyerap angkatan kerja yang berlimpah. Yang berakibat meningkatnya angka kriminalitas 

Perubahan yang sangat cepat dan kemampuan beradaptasi rendah, ransformasi digital, kata dia, mengubah secara fundamental tentang cara pandang, cara berfikir, cara bersosialisasi, cara berkomunikasi, cara menganalisa, cara melakukan forecasting, cara melakukan perencanaan, cara mengevaluasi, cara menilai, dan lain sebagainya. Tak jarang pekerjaan manusia akan digantikan oleh mesin jika masyarakat tidak adaptif atas perkembangan teknologi maka angka pengguran akan meningkat. Maka dari itu perkembangan jumlah penduduk harus direncanakan sedemikian rupa

Akan bermunculan Sandwich generation, Kondisi lanjut usia juga menjadi tantangan dalam era bonus demografi. Kajian menunjukkan bahwa pada saat era bonus demografi, kondisi lanjut usia masih didominasi oleh mereka yang tingkat sosial ekonominya rendah. Kondisi seperti ini akan menjadi tanggungan secara finansial oleh penduduk dengan usia produktif. Dimana penduduk usia produktif akan menjadi tulang punggung untuk 1 generasi diatasnya yakni orang tua dan 1 generasi dibawahnya yakni anak dan keturunannya sehingga terbentuk Sandwich generation. 

Saat Bonus Demografi anan menjadi window disaster, tidak perlu mencari siapa yang salah, bukan salah pemerintah dalam merencanakan pembengunan ekonomi atau kebijakan dalam menghadapi bonus demografi, bukan karena salah dalam perencanaan keluarga, namun persiapkan diri beradaptasi dalam segara bentuk perubahan itu yang utama. Robins mengatakan adaptasi adalah suatu proses yang menempatkan manusia yang berupaya mencapai tujuan-tujuan atau kebutuhan untuk menghadapi lingkungan dan kondisi sosial yang berubah-ubah agar tetap bertahan.

Manusia adalah mahluk survival yang telah dianugerahi Tuhan akal, hati dan nafsu sehingga kekuatan inilah yang akan membentuk warna baru dalam kehidupan masyarakat. Akan bermunculan kerajaan bisnis baru dengan cara yang baru. Secara formal lapangan pekerjaan terbilang rendah, akan tetapi muncul pekerjaan non formal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Usaha kreatif akan menjadi salah satu alternatif solisi dalam menghadapi bonus demografi. Beberapa pekerjaan non formal yang menjadi peluang bagi generasi muda antara lain; berjualan di e-commerce, bisinis afiliasi memalui affiliate marketing, Menjadi Influencer & Content Creator, Bisnis Online Learning & Online Teaching, dan masih banyak lagi peluang pekerjaan non formal yang bisa dilakoni anak muda.  Pertanyaannya sudah sejauhmana persiapan kita menghadapi bonus demorgafi ?
 

Oleh: Dwi Herlinda
Mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Universitas Riau
Dosen FIA UNILAK