Dampak Psikologi Remaja Putri disaat Alami Haid Pertama, Berikut Penjelasannya

Selasa, 24 Januari 2023

Ilustrasi

 

PEKANBARU, seputarriau.co  - Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan baik secara fisik, psikologis maupun sosial. Secara fisik, kematangan organ reproduksi mempengaruhi penilaian remaja terhadap dirinya. Pengetahuan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan diri (personal hygiene) menjadi salah satu topik menarik dan penting bagi remaja. Seperti bagaimana tubuh tetap bersih, sehat, dan bugar disaat para remaja mengalami berbagai perubahan pada fisik dan hormonalnya. 

Pengetahuan seputar organ reproduksi dan bagaimana merawatnya saat menstruasi juga menjadi topik menarik dan perlu dipahami remaja. Begitu pula dampak-dampak yang bisa dialami ketika remaja mengabaikan kesehatan dan penjagaan dirinya, sehingga remaja tetap merasa nyaman meskipun mengalami perubahan hormonal yang memunculkan berbagai pertanyaan dalam diri remaja, serta mempengaruhi pola perilaku dan emosi remaja. 

Pengalaman baru yang akan dihadapi anak perempuan saat memasuki usia remaja atau dalam Islam dikenal dengan akil baligh adalah menstruasi. Saat mengalami menstruasi, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat dan minyak sehingga tubuh lebih cepat mengalami ketidaksegaran. Selain itu kurangnya keterampilan remaja dalam menjaga kebersihan dirinya dapat berujung pada infeksi, dan gangguan selama menstruasi. Penelitian yang dilakukan Lestari, 2015 tentang personal hygiene saat menstruasi yang buruk berhubungan dengan infeksi saluran kemih atau reproduksi dan penyakit lainnya, diantaranya gatal-gatal, infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, bau badan dan bahkan resiko paling buruk adalah kanker serviks.

Pengetahuan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk personal hygiene saat menstruasi. Dolang dkk dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang akan memungkinkan orang tersebut melakukan hal-hal yang menguntungkan dan mendatangkan manfaat bagi dirinya dari informasi yang didapatkannya. Ardiati, Ernawati, dan Purwanti dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pengetahuan yang baik berdampak pada perilaku personal hygiene yang lebih positif saat menstruasi.

Hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan menyimpulkan bahwa pengetahuan personal hygiene pada remaja perempuan tentang menarche masih rendah dan ditemukan juga nilai budaya/mitos yang mendorong praktek manajemen kebersihan menstruasi tidak baik dan ketrampilan remaja putri dalam mengatur kebersihan diri saat menstruasi masih rendah. Ditambah lagi kesulitan dari orangtua dan pendamping anak untuk menyampaikan langsung kepada anak-anak perempuan mereka. Banyak orangtua merasa tidak siap dan tidak nyaman memulai percakapan tentang pubertas ini.

Selanjutnya apa yang dapat kita lakukan agar pengetahuan dan kesadaran tentang personal hygiene pada anak perempuan dapat ditumbuhkan dan anak perempuan termotivasi untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari? 
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan orangtua menghadapi anak pada masa pubertas diantaranya :

Jalin komunikasi sejak dini

Saat anak perempuan Anda berusia 8 tahun, ia harus tahu perubahan apa saja yang akan dialami tubuhnya,  terkait dengan pubertas Misalnya, tumbuhnya payudara dan tumbuhnya rambut di sekitar kelamin. Mungkin saja orangtua menganggap anak perempuannya masih kecil, tapi pengetahuan dini semacam ini penting agar dia tidak kaget dan pastikan anak tahu perubahan tubuhnya akan segera terjadi ketika memasuki masa puber.

Ajak anak perempuan Anda berdiskusi soal menstruasi 

Anak perempuan Anda tidak menyadari tubuh mereka sedang berubah. Karena itu, mungkin saja akan muncul rasa takut dan kaget dengan kemunculan darah secara tiba-tiba di pakaian dalamnya. Sebaiknya ajak anak berdiskusi seputar menstruasi dan apa yang harus dilakukan saat hal itu terjadi. Ingatkan anak untuk memberitahu Anda saat mendapat menstruasi pertamanya.

Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan 

Jauh sebelum putri Anda mendapatkan menstruasi pertamanya, Anda harus pastikan memiliki persediaan pembalut (tampon) yang cukup di rumah. Bicaralah dengan anak perempuan Anda tentang cara menggunakan pembalut. Pastikan juga dia tahu untuk mengganti pembalut beberapa kali dalam sehari untuk menjaganya tetap bersih.

Jaga Mood anak perempuan Anda

Yakinkan anak perempuan Anda bahwa menstruasi pertama mungkin saja sangat ringan dan tidak mengalir deras. Apabila mengalami perubahan-perubahan perasaan itu merupakan hal yang normal dan biasa dihadapi oleh perempuan yang sedang mengalami menstruasi, sehingga anak dapat merasa nyaman menghadapi menstruasi pertama mereka. Banyak gadis kecil tidak nyaman dengan tubuh mereka yang berubah dan khawatir tentang penampilan mereka. Sebagai orangtua, yakinkan mereka bahwa apa yang mereka alami adalah normal dan penampilan mereka baik-baik saja.

Peningkatan pemahaman terhadap personal hygiene membantu remaja memiliki pengetahuan yang tepat seputar kesehatan diri, sehingga diharapkan remaja memiliki pola perilaku yang lebih sehat dan adaptif sesuai usianya.

Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yang berarti personal yaitu perorangan dan hygiene yaitu sehat. Kebersihan perorangan adalah suatu usaha memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Personal Hygiene saat menstruasi menurut Lestari, adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan dan memelihara kebersihan selama menstruasi. Perawatan diri selama menstruasi penting dilakukan untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi yang dapat terjadi. Adapun hal yang harus dilakukan anak perempuan menghadapi masa menstruasi adalah sebagai berikut: 

  • Mengganti pakaian dan pakaian dalam.
  • Mengganti pembalut setiap tiga atau empat jam sekali.
  • Mandi setiap hari, yaitu mandi dua kali sehari.
  • Membersihkan daerah genital dengan benar setelah buang air kecil atau besar yaitu dari arah depan ke belakang.
  • Tetap melanjutkan kegiatan harian seperti, pergi ke sekolah dan kampus.
  • Menjaga keseimbangan diet dengan mengkonsumsi sayur, buah-buahan dan makanan yang kaya akan kalsium dan zat besi.
  • Menghindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung garam, kafein dan gula.
  • Menjaga jadwal tidur yang teratur.


Personal hygiene merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Psikoedukasi bertujuan untuk memberikan informasi, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan diri yang dimulai dari usia dini. Selain itu psikoedukasi sangat efektif untuk menjembatani perubahan perilaku bagi remaja untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
 
Penulis Oleh : Linda Aryani