
Desa Sungai Simpang Dua, seputarriau.co - Mahasiswa UNRI yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Sungai Simpang Dua membuat perayaan 17 Agustus kembali bersama pihak desa setelah 2 tahun acara ini tidak dijalankan. Perayaan ini terhambat beberapa tahun silam dikarenakan adanya pandemi yang membuat banyak aktivitas luar ruangan dengan kapasitas anggota yang banyak tidak dapat dilaksanakan, Kepala desa Sungai Simpang Dua, Rio Ari Kusuma, S.H juga menyatakan bahwasannya upacara 2 tahun silam pun dilaksanakan secara daring.
“Upacara sendiri memang sudah dua tahun tidak dilaksanakan di lapangan. Sebenarnya kami rindu ingin melakukan upacara kembali setelah sekian lama, namun dikarenakan terdapat larangan dalam melaksanakan upacara di masa pandemi, kami pun tidak ingin mengambil resiko.” Kata bapak Rio Ari Kusuma, Selasa (12/7/2022)
Setelah banyaknya aktivitas luar lapangan yang diperbolehkan, Mahasiswa KKN UNRI desa Sungai Simpang Dua mengambil kesempatan pada tahun ini untuk menjalankan kembali upacara serta perayaan 17 Agustus. Dalam pembentukan perayaan ini, mahasiswa KKN UNRI tidak bekerja sendiri. Terdapat dua instansi lain yang membantu proses penyusunan kegiatan perayaan 17 Agustus yang diantaranya, Karang Taruna Desa Sungai Simpang Dua dan KKD STAI Lukman Edy.
Perayaan kegiatan 17 Agustus yang ada di desa Sungai Simpang Dua ini diawali dengan upacara pagi bersama seluruh warga desa. Dalam upacara ini, mahasiswa KKN UNRI mengambil peran dalam pelaksaan upacara ini yang mana, Muhammad Alvin Febriyan bersama Refni Yunita bergabung dalam PASKIBRA desa untuk mengibarkan bendera, Yeni Pramita sebagai Protokoler Upacara serta Airo Sejuki El Fadhli sebagai pembaca proklamasi.
Dalam pelaksanaan upacara bendera kali ini, kostum yang digunakan oleh warga desa untuk mengikuti acara ini bersifat bebas dan memiliki tema tersendiri bagi tiap RT. Kostum ini menjadi bagian dari kegiatan pawai yang nantinya akan diperlombakan bersamaan dengan yel-yel atau jargon dari tiap RT. Bapak Rio Ari Kusuma mengatakan “Setelah sekian lama vakum, kami ingin merasa beda dengan yang lainnya. Sebagai hiburan, kami memberikan kebebasan tersendiri bagi tiap warga untuk mengekspresikan dirinya melalui kostum upacara. Yah yang penting masih tau batasan.”
Tidak hanya itu, perayaan 17 Agustus ini dilanjutkan kembali dengan kegiatan perlombaan. Perlombaan ini dibagi menjadi 2 kategori, yang diantaranya perlombaan untuk ibu-ibu PKK serta perlombaan anak-anak. Perlombaan ini diantaranya terdapat perlombaan balap karung, makan kerupuk, paku botol, bakiak, goyang kursi, tarik tambang dan perlombaan lainnya. Acara perlombaan ini berakhir pada siang hari dan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada pemenang tiap cabang lomba.