Kemenristek Dikti Riau Minta Profesor Lebih Aktif Lagi

Selasa, 15 Maret 2016

Foto Ali Ghufron di Hotel Pangeran

PEKANBARU, seputarriau.co - Peningkatan Profesionalitas Seorang Dosen yang bergelar tentunya memiliki Tanggung Jawab moril dalam Miningkatkan Mutu Di sebuah Perguruan Tinggai, seiring dengan Gelar yang disandang seorang Profesor yang memiliki Inovasi Untuk meningkatkan Reputasi sebuah Perguruan Tinggi Negeri, maka produktivitas yang di keluarkan tentunya berstatus world Class University.
 
Kemarin (14/3) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) dan Univ. Riau Mengadakan Musyawarah Rencana Pengembangan Universitas Riau (Musrenbang UR) Tahun 2017, di Hotel Pangeran Pekanbaru.
Disampaikan Oleh Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (DSID) Kemenristekdikti RI, Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc, saat menyampaikan materi tentang Peningkatkan produktivitas profesor pada masing-masing perguruan tinggi untuk lebih aktif.
 
Menurut ahli Ghufron “Seorang Profesor sudah mendapat tunjangan yang besar sehingga sudah semestinya memiliki tanggung jawab untuk aktif dalam memajukan perguruan tinggi. Gelar tertinggi ini harus produktif dan menghasilkan inovasi dan menerbitkan jurnal-jurnal yang bereputasi sehingga makin banyak PTN berstatus world class university. Jika produktivitasnya berkurang, maka tunjangan profesinya akan dikurangi,” jelas Ali.
 
Selaku Tuan Rumah Rektor Universitas Riau, Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA menyambut baik dari adanya dorongan untuk lebih produktif bagi profesor yang ada di Perguruan Tinggi. Aras Menyampaikan Bahwa “Universitas Riau saat ini sudah memiliki 51 orang Guru Besar, dan sekitar 1.090 orang dosen yang ada di UR. Melalui ketersediaan tenaga pendidik yang ada di UR ini, kita terus berbenah dengan cara meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui bidang pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, dan alhamdulillah saat ini UR memperoleh peringkat ke 20 melalui pemeringkatan dari Kemenristekdikti dari 3320 universitas yang ada di Indonesia,” Pungkas Aras.
 
“Sesuai dengan gambaran dari materi yang disampaikan dari Kemenristekdikti ini, kita berharap dukungan anggaran yang diberikan pemerintah dalam hal dukungan dana penelitian dapat terus berjalan, dan tentunya UR juga akan terus menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk pendukung pembiayaan penelitian, menimbang anggaran yang tersedia di perguruan tinggi untuk penelitian terbatas,” Tutup Beliau.